<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ibnu-aq</title>
	<atom:link href="http://ibnuaq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnuaq.wordpress.com</link>
	<description>Menuju Cahaya Sunnah Bermanhaj Salafus Sholeh</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 04:06:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ibnuaq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ibnu-aq</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ibnuaq.wordpress.com/osd.xml" title="Ibnu-aq" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ibnuaq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BAHAYA LATEN SYIA&#8217;H</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2012/01/21/bahaya-laten-syiah/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2012/01/21/bahaya-laten-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 15:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Membaca berita tentang umat Syi&#8217;ah di Yaman yang telah melakukan makar kepada sauara-saudara kita umat Islam yaitu ahlussunnah wal jama&#8217;ah (Sunni) membuat kita harus mempelajari seperti apakah Syi&#8217;ah itu, bagaimana aqidah mereka, dan apa tujuan mereka. Kita ketahui bahwa mereka melakukan penyerbuan, apakah itu pengeboman, roket maupun tembakan-tembakan khususnya di kota Dammaj, Yaman, yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=662&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca berita tentang umat Syi&#8217;ah di Yaman yang telah melakukan makar kepada sauara-saudara kita umat Islam yaitu ahlussunnah wal jama&#8217;ah (Sunni) membuat kita harus mempelajari seperti apakah Syi&#8217;ah itu, bagaimana aqidah mereka, dan apa tujuan mereka. Kita ketahui bahwa mereka melakukan penyerbuan, apakah itu pengeboman, roket maupun tembakan-tembakan khususnya di kota Dammaj, Yaman, yang telah mengakibatkan tewasnya lebih dari 60 orang (semoga menjadi syahid).<span id="more-662"></span></p>
<p>Perlu kita ketahui, bahwa Syi&#8217;ah bukanlah Islam. Maka tidaklah sepantasnya menyebut seseorang beragama Islam ketika aqidah/keyakinan-nya adalah keyakinan syi&#8217;ah.Mengapa demikian? Kita akan telusuri tentang Syi&#8217;ah secara ringkas sebagai berikut.</p>
<p>Ada beberapa masalah aqidah yang jelas membedakan kita umat Islam dengan mereka. Hal ini seperti halnya kita tidak mengakui umat Ahmadiyah sebagai muslim karena aqidah mereka yang berbeda dari apa yang telah Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala tetapkan dalam firman-Nya maupun melalui perantara Nabi-Nya, Muhammad Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam. Umat Ahmadiyah mengakui adanya Nabi setelah Muhammad Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam menyelisihi firman Allah di dalam Surah Al Ahzab ayat ke-40 yang berbunyi:</p>
<p align="LEFT">“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</p>
<p>dan hadits yang diriwayatkan dari &#8216;Amir bin Sa&#8217;ad bin Abu Waqqash dari Bapaknya dia berkata; Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda kepada Ali: &#8220;Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya tidak ada nabi setelahku.&#8217; (HR. Muslim No. 4418)</p>
<p>Sementara itu, agama Syi&#8217;ah, maka sebagian dari mereka justru mempertuhankan manusia, menganggap al-Qur&#8217;an saat ini dipalsukan dan sebagainya. Maka tidakkah lebih berat kerusakan aqidah mereka dibanding Ahmadiyah? Bila Ahmadiyah saja telah mencukupi untuk dinyatakan di luar Islam maka apalah lagi dengan Syi&#8217;ah.</p>
<p>Agama Syi&#8217;ah terbagi dalam 3 sekte yang masing-masing sekte mempunyai turunan (derivatif) masing-masing. 3 sekte besar tersebut adalah:</p>
<p>1.Syi&#8217;ah Ghulaat.</p>
<p>Mereka meyakini adanya Imam kaum Syi&#8217;ah yang mempunyai derajat ke-tuhanan. Mereka juga menyatakan bahwa Malaikat Jibril &#8216;alayhi salaam telah berkhianat dengan menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam yang menurut mereka seharusnya kepada Abi bin Abi Thalib Radhiyallaahu &#8216;anhu. Mereka meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib masih hidup hingga kini dan tinggal di langit.</p>
<p>Aliran ini merupakan Syi&#8217;ah yang pertama dan dibentuk oleh Abdullah bin Saba&#8217; seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam.</p>
<p>2. Syi&#8217;ah Rofidhoh dan Imamiyah</p>
<p>Mereka menolak kepemimpinan Abu Bakar dan Umar bin Khotob Radhiyallahu &#8216;anhuma bahkan mencaci mereka karena mereka meyakini seharusnya Ali bin Abi Thalib yang menduduki posisi khalifah / Imam sejak awal.</p>
<p>3 Syi&#8217;ah Zaidiyah</p>
<p>Merupakan pengikut Zaid bin Ali bin Husain bin Ali Bin Abu Thalib. Mereka meyakini bahwa yang berhak menjadi Imam mereka adalah anak cucu Fathimah Radhiyallaahu &#8216;anha dan menolak yang lainnya. namun mereka tetap meyakini keutamaan Shahabat Abu Bakar dan Umar. Syi&#8217;ah Zaidiyah ini diperselisihkan oleh para ulama apakah masih di dalam barisan umat Islam atau telah kafir.</p>
<p>Adapun aqidah Syi&#8217;ah secara umum adalah:</p>
<p>1. Keyakinan bahwa Al-Qur&#8217;an yang beredar di masyarakat Muslim hingga kini telah dipalsukan atau setidaknya dikurangi isinya. Mereka mengatakan bahwa al-Qur&#8217;an yang &#8216;asli&#8217; tebalnya 3 kali lipat dari al-Qur&#8217;an yang ada saat ini. Mereka katakan juga bahwa al-Qur&#8217;an yang &#8216;asli&#8217; disebut juga (Mushaf Fathimah) ada di Imam yang ke-12 yang masih ditunggu kedatangannya (entah kapan).</p>
<p>2. Meyakini ada kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam dan khusus kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu &#8216;anhu seperti kitab Al Jamiah, Shahifah An-Namus, Shahifah Al-Abithah, Taurat, Injil, Zabur dan lain-lain dan hingga berjumlah 12 kitab.</p>
<p>3. Meyakini mempunyai imam sejumlah 12 dimana yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu &#8216;anhu dan yang terakhir adalah Al Muntazhor yang diyakini</p>
<p>a. akan membunuh orang Arab</p>
<p>b. menghancurkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi</p>
<p>c. menegakkan keluarga hukum Daud dan Sulaiman.</p>
<p><em>Catatan: Dari sini kita ketahui bahwa nuansa ajaran Yahudi sangat terasa.</em></p>
<p>4. Bahwa kedudukan Imam-Imam mereka sangat tinggi di sisi Allah, tidak juga oleh para Malaikat dan para Nabi. Imam Khomeini pernah berkata: “Dan sesungguhnya yang pasti dalam madzhab kami bahwa para imam kita memiliki maqom (kedudukan) yang tidak bisa dicapai oleh satupun malaikat yang dekat dengan Allah tidak juga Nabi yang diutus. (Al Hukumatul Islamiyyah).</p>
<p>5. Mereka mengkafirkan seluruh shahabat kecuali beberapa sahabat saja seperti Ali, Fathimah, Hasan, Husain dan ahlul bait (keluarga Nabi Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam) yang tentu saya menurut pemahaman sempit mereka.</p>
<p>6. Mereka berani mengatakan istri-istri Nabi Shollallaaahu &#8216;alayhi wa sallam seperti &#8216;Aisyah bintu  Abu Bakar Radhiyallaahu &#8216;anhuma dan Hafshah bintu Umar bin Khotob Radhiyallaahu &#8216;anhuma sebagai pezina. Bahkan mereka berani mengatakan (maaf, Penulis) kemaluan Nabi di neraka karena menikahi keduanya. (Naa&#8217;udzubillahi min dzalik, atas pemahaman yang demikian sesat ini).</p>
<p>7. Menghadirkan hadits-hadits palsu seperti misalnya tentang keutamaan nikah mut&#8217;ah (kawin kontrak) yang bisa dilakukan dengan perjanjian untuk setahun, seminggu bahkan sekali tidur&#8217;. Dan bisa diterapkan kepada wanita lajang maupun bersuami. Tidak ubahnya seperti pelacuran. Bahkan kepada anak balita sekalipun bisa asalkan dengan seijin walinya. Hadits palsu dari mereka mengenai nikah Mut&#8217;ah ini banyak di antaranya mereka mengatakan bahwa sekali mut&#8217;ah sama dengan ke Ka&#8217;bah sejumlah 70 kali, diampuni dosa karena mut&#8217;ah dan lain-lain.</p>
<p>Padahal telah ada hadits <em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">“Dari Ali bin Abi Thalib berkata: Sesungguhnya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang nikah mut’ah dan memakan daging himar jinak pada hari perang khaibar”</span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> (HR. Bukhari 5115, Muslim 1407).</span></span></p>
<p>8. Berbohong demi menyelamatkan aqidah mereka (Taqiyah) adalah disunnahkan oleh mereka sehingga mereka adalah pendusta dan seperti musang berbulu domba.</p>
<p>Kesimpulan.</p>
<p>Jadi kita wajib berhati-hati terhadap ajaran syi&#8217;ah ini termasuk yang di Indonesia saat ini dipelopori oleh Jalaludin Rahmat dan beberapa habib (yang tentunya bukan semua habib) yang mengajarkan untuk mencintai ahlul bait Nabi namun pada kenyataannya mereka bukan mencintai Nabi tetapi justru merusak syariatnya dengan banyak membuat ibadah yang bukan diajarkan Nabi Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam sehingga Sunnah Nabi justru tertutupi dan terlupakan oleh sebab ibadah-ibadah baru bikinan kaum Syi&#8217;ah.</p>
<p>Umat Syi&#8217;ah Indonesia mempunyai dana dan jaringan yang kuat termasuk organisasi mulai dari yayasan hingga wadah syiar mereka berupa berbagai percetakan yang diantaranya adalah penerbit Mizan dan lain sebagainya. Bila ditanya apakah anda Syi&#8217;ah maka mereka pasti mengatakan tidak (bertaqiyah/dusta) namun perbuatan dan perkataan merekalah yang membuktikan mereka adalah Syi&#8217;ah. Sebagai minoritas di Indonesia mereka akan banyak bertaqiyah, namun bila menjadi besar maka bukan tidak mungkin mereka akan makar dan menzalimi umat Islam sebagaimana terjadi di Iraq, Suriah, Lebanon dan yang terakhir ini di Dammaj, Yaman.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshowab.</p>
<p>Iran musuh Yahudi? Lihat dulu foto-foto Ahmadinejad di bawah ini:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ibnuaq.wordpress.com/2012/01/21/bahaya-laten-syiah/"><img src="http://img.youtube.com/vi/OCSsPqpMg0I/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>&nbsp;</p>
<pre><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ibnuaq.wordpress.com/2012/01/21/bahaya-laten-syiah/"><img src="http://img.youtube.com/vi/8VKRM4z99gg/2.jpg" alt="" /></a></span>
</pre>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/662/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=662&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2012/01/21/bahaya-laten-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jihad Melawan Syi&#8217;ah di Yaman</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/12/07/jihad-melawan-syiah-di-yaman/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/12/07/jihad-melawan-syiah-di-yaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 04:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah Makar]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Umat Syi&#8217;ah selalu melakukan makar terhadap umat Islam (tentunya kepada Sunni / ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah). Di depan masyarakat dunia ia menampilkan seolah-olah (ber-taqiyah) sebagai pembela umat Islam terdepan, padahal di belakang itu mereka &#8216;main mata&#8217; dengan musuh-musuh Islam. Terakhir ini mereka menyerang sebuah sekolah Darul Hadits di Dammaj, Yaman Utara dan mengakibatkan dua puluhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=657&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umat Syi&#8217;ah selalu melakukan makar terhadap umat Islam (tentunya kepada Sunni / ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah).</p>
<p>Di depan masyarakat dunia ia menampilkan seolah-olah (ber-taqiyah) sebagai pembela umat Islam terdepan, padahal di belakang itu mereka &#8216;main mata&#8217; dengan musuh-musuh Islam.</p>
<p>Terakhir ini mereka menyerang sebuah sekolah Darul Hadits di Dammaj, Yaman Utara dan mengakibatkan dua puluhan umat Islam meninggal dunia termasuk di antaranya 2 orang mahasiswa dari Indonesia yaitu  Muhammad Shalih dan Jumeiri Abdullah terkena roket pada tanggal 1 Muharram yang lalu.  Semoga Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala mengampuni keduanya dan memberikan tempat yang terbaik, dan juga kepada para &#8216;syuhada&#8217; lainnya yang berasal dari berbagai negara.</p>
<p dir="LTR" align="center">
<p dir="LTR" align="center">
<p dir="LTR" align="center"><strong>حـــــي على الجهــــاد </strong><br />
<strong>نداء من العلامة الشيخ يحيى بن علي الحجوري -حفظه الله</strong><strong>-</strong><br />
بالجهاد في سبيل الله</p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>Hayya ‘alal Jihad (Ayo Berjihad)</strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Seruan Syaikh al-‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuri -hafizhahullah- untuk berjihad fi sabilillah</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>الحمد لله نحمده ونستعينه وأشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد</strong><strong> …..</strong><br />
<strong><br />
</strong><strong>يقول الله عز وجل (</strong><strong>وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ</strong><strong>) هذا وعدٌ من ربنا سبحانه وتعالى أنه يعلي كلمته وأنه ينصر دينه وهو القائل (</strong><strong> </strong><strong>وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ </strong><strong>) والقائل سبحانه وتعالى</strong><strong> </strong><strong>(</strong><strong>يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أعْمَالَهُمْ </strong><strong>)</strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Alhamdulillah, kami haturkan pujian seraya memohon pertolongan kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, semoga shalawat dan salam tercurah atasnya, dan seluruh ahli baitnya. amma ba’du…</p>
<p dir="LTR" align="center">Allah ‘Azza wa jalla berfirman (yg artinya): “Janganlah kalian merasa lemah dan sedih, sebab kalianlah yang lebih tinggi jika kalian benar-benar beriman”. Inilah janji dari Allah ta’ala bahwa Dia akan meninggikan kalimah-Nya dan menolong dien-Nya. Dia pula yang berfirman: “Sungguh, Allah benar-benar akan menolong siapa saja yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah maha kuat dan perkasa”. Allah juga berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong Allah, maka Allah akan menolong kalian dan memantapkan kaki kalian. Semoga kecelakaan menimpa orang-orang kafir itu, dan semoga Allah menghapus pahala amal mereka. Hal itu karena mereka membenci apa yang Allah turunkan, maka batallah amal mereka”</p>
<p>ومن نصرة الله سبحانه وتعالى النفاح عن دينه والنفاح عن شرعه والنفاح عن الأعراض والنفاح عن الأنفس والنفاح عن الأموال وهذا أوجب ما يكون من الجهاد الذي أوجبه الله سبحانه وتعالى <strong>قال الله تعالى</strong><strong> (الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ</strong><strong> * </strong><strong>فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ * إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِين</strong><strong>َ</strong><strong>)</strong><strong><br />
</strong>Termasuk bentuk menolong Allah adalah membela agama-Nya, memperjuangkan syariat-Nya, membela kehormatan, nyawa, dan harta benda. Ini merupakan jihad paling wajib yang Allah perintahkan. Allah berfirman: “Merekalah orang-orang yang saat mendengar perkataan bahwa ‘orang-orang telah berkumpul untuk memerangi kalian, maka takutlah kepada mereka’; justru mereka bertambah kuat keimanannya dan mengatakan, ‘Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia-lah sebaik-baik pelindung’. Mereka pun pulang membawa kenikmatan dan karunia Allah tanpa terluka sedikitpun, dan mereka mengikuti keridhaan Allah, dan Allah maha besar karunia-Nya. Itu hanyalah bisikan syaithan yang menakut-nakuti kalian lewat pendukungnya. Maka janganlah kalian takut kepada mereka, namun takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman”.</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>معشر المسلمين لا يجوز لأحدٍ في مثل هذه المواقف أن يداخله ضعف أو خور وإنما يجب عليه أن يأخذ بالعزم والحزم , فإن الله عز وجل يقول</strong><strong> (وَقَاتِلُوهُمْ </strong><strong><a href="http://www.noor-alyaqeen.com/vb/t15027/" target="_blank">حَتّىَ </a></strong><strong>لاَ </strong><strong><a href="http://www.noor-alyaqeen.com/vb/t15027/" target="_blank">تَكُونَ </a><a href="http://www.noor-alyaqeen.com/vb/t15027/" target="_blank">فِتْنَةٌ </a><a href="http://www.noor-alyaqeen.com/vb/t15027/" target="_blank">وَيَكُونَ </a><a href="http://www.noor-alyaqeen.com/vb/t15027/" target="_blank">الدّينُ كُلّهُ </a></strong><strong>لله) </strong><strong>ويقول الله</strong><strong> (فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ)</strong><strong> </strong><strong>ويقول الله</strong><strong> </strong><strong>(فمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمَثَلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ) </strong><strong>نحن والله لقد صبرنا كثيراً وحلُمنا كثيراً ونصحنا كثيراً ، ولم يزد ذلك هؤلاء القوم البغاء </strong>) أي الحوثيين الرافضة) <strong> </strong><strong>الظلمة الغشمة الذين والله إن اليهود أرحم منهم وكذلك كل الفرق المجرمة أرحم منهم</strong><strong> .</strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Ma’syaral muslimin… dalam kondisi seperti ini, seseorang tidak boleh dihinggapi sikap lemah maupun pengecut, namun ia harus bersikap optimis dan semangat, sebab Allah ta’ala berfirman: “Perangilah mereka sampai tidak ada fitnah lagi, dan sampai agama seluruhnya menjadi milik Allah”. Allah juga berfirman: “Jika mereka memerangi kalian, maka perangilah mereka”. Dan berfirman, “Siapa yang menganiaya kalian, maka balaslah dia dengan penganiayaan yang setimpal”. Demi Allah, kita telah banyak bersabar, banyak menahan marah, dan banyak menasehati. Akan tetapi itu semua tidak menjadikan orang-orang zhalim tersebut (yakni kaum Hutsiyin Rafidhah) melainkan semakin melampaui batas. Sungguh demi Allah, kaum Yahudi masih lebih pengasih dibandingkan mereka. Demikian pula seluruh firqah jahat masih lebih pengasih dibandingkan mereka.</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>ومن هذا الموقف أهيب بإخواني الدعاة حاضرين وغائبين وبإخواني المسلمين حاضرين وغائبين أن يهبوا لنداء الجهاد في سبيل عز وجل قائمين بما أوجب الله عز وجل وبما أراد الله سبحانه وتعالى وفي هذا نأمل نصر الله</strong><strong> .</strong></p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>Dari mimbar ini, kuserukan kepada saudara-saudaraku para ustadz, baik yang hadir maupun tidak hadir… kuhimbau pula seluruh kaum muslimin baik yang hadir maupun tidak hadir; agar menyambut panggilan jihad fi sabilillah, dan melaksanakan apa yang Allah wajibkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Sembari mengharap pertolongan Allah dalam melaksanakan hal ini.</strong></p>
<p dir="RTL" align="center"><strong><br />
</strong><strong>وقد قال الله سبحانه وتعالى مبايعاً لعباده المؤمنين</strong><strong> </strong><strong>(إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيم</strong><strong>ُ)</strong></p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>وليس بعد هذا فوز والله هذه دنيا زائلة ، </strong>لو تراجمهم بالحجار ولو تقاحطوهم بالأسنان فإن الله أوجب علينا القتال في مثل هذه الحال <strong>الذي حصل فيه غاية البغي والاعتداء والظلم والعدوان ، فالذل لا يأتي بنتيجة نحن في أوساط الرافضة وهم محذقون من كل جانب في مثل هذا الحال لا مفر لنا ومن ترخرخ أو ذهب وما إلى ذلك يعتبر والله ذلك فار من الزحف </strong><strong>(فَلاَ تُوَلُّوهُمُ الأَدْبَارَ وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفاً لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزاً إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاء بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ)</strong><strong> </strong><strong>هذه كبيره من الكبائر والله لا نرضاها لأنفسنا ووالله لا يجوز لنا , ونحن الآن الزحف علينا من كل جانب فوجب علينا ما أوجبه الله على عباده الصالحين</strong><strong> (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ * يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ</strong><strong>)</strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Allah ta’ala berfirman saat mengambil janji setia dari hamba-hamba-Nya yang beriman, “Allah telah membeli jiwa dan harta kaum mukminin dengan imbalan Jannah, saat mereka berjihad fi sabilillah dengan membunuh musuhnya atau dibunuh. Itulah janji yang pasti kebenarannya, dan termaktub dalam Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka berbahagialah dengan jual-beli kalian terhadap Allah. Itulah kemenangan yang besar”.</p>
<p dir="LTR" align="center">Tidak ada lagi kemenangan yang lebih besar dari ini. Demi Allah, dunia ini pasti lenyap. Walaupun dengan melempari mereka dengan batu, atau menikam mereka dengan tombak, maka Allah telah mewajibkan kita untuk berperang dalam kondisi ini, dimana tindak aniaya dan kezhaliman mereka telah mencapai puncaknya. Karenanya, sikap tunduk tidak akan membuahkan apa-apa. Kita berada di tengah-tengah kaum Rafidhah dan mereka mengepung kita dari segala penjuru. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada jalan bagi kita untuk lari, dan barang siapa pergi, mengundurkan diri, atau yang semisalnya; maka Demi Allah ia termasuk orang yang lari dari medan perang “Janganlah kalian lari membelakangi mereka. Barangsiapa lari membelakangi mereka pada hari itu, berarti pulang membawa kemurkaan dari Allah dan tempat kembalinya adalah Neraka jahannam, sejelek-jelek tempat kembali. Kecuali orang-orang yang lari dari satu medan untuk berperang di medan lain, atau untuk bergabung dengan pasukan yg lebih kuat (maka tidak mengapa)”. Sikap lari dari medan perang merupakan dosa besar. Demi Allah, kita tidak meridhai diri kita bila melakukan hal itu, dan hal itu juga tidak boleh kita lakukan. Sekarang ini, pasukan sedang merangsek untuk menyerbu kita dari segala penjuru, maka kita wajib melakukan apa yang Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya yang shalih, “Wahai orang-orang yang beriman, maukah Ku-tunjukkan kepada suatu perniagaan yang akan menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih? Yaitu bila kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu kalian berjihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan memasukkan kalian ke dalam Jannah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, dan memasukkan kalian dalam rumah-rumah yang indah di surga ‘And. Itulah keberuntungan yang besar”.</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong> </strong></p>
<p dir="RTL" align="center">ونحن نعتقد إن قتال الرافضة ( الحوثيين ) من أعظم الواجبات ومن أعظم القربات إلى ربنا سبحانه وتعالى لأنهم بغاة علينا وزنادقة ، دفع الله شرهم وكسر الله شوكتهم .<br />
<strong>ومن هذا المقام فهذا نداء الجهاد </strong>الذي أمر الله سبحانه وتعالى به لمن أراد في سبيل الله من قريب أو بعيد <strong>امتثالا لقوله سبحانه وتعالى</strong><strong> </strong><strong>(إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ)</strong><strong> </strong><strong> </strong><strong>وأنا أولكم فلا نتخاذل من قريب أو بعيد وأنبه إخواني السامعين من أهل البلاد وطلاب العلم والدعاة الأفاضل جميعا الأكارم على أنهم يستنصرون بالله سبحانه وتعالى وهو القائل</strong><strong> </strong><strong>(إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ) (أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاء الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُون).</strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Kami meyakini bahwa perang melawan rafidhah (Hutsiyyiin) termasuk kewajiban agung dan amalan yang paling mendekatkan kita kepada Allah ta’ala, sebab mereka adalah pihak aggressor dan kaum zindiq (munafik). Semoga Allah menangkis kejahatan mereka dan mematahkan kekuatan mereka.</p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>Dari mimbar ini, inilah panggilan jihad yang diperintahkan oleh Allah bagi orang yang hendak berjuang di jalan-Nya</strong>, dari dekat maupun dari jauh, dalam rangka mewujudkan firman Allah, “Allah telah membeli jiwa dan harta kaum mukminin dengan imbalan Jannah”. Sayalah orang pertama dari kalian (yg menyambut seruan ini), maka janganlah kita saling berpangku tangan secara langsung maupun tidak langsung. Kuingatkan bagi saudara-saudaraku setanah air, demikian pula para ustadz yang mulia, bahwa mereka harus meminta pertolongan dari Allah ta’ala, sebab Dialah yang mengatakan, “Jika kalian menolong Allah, maka Allah pasti menolong kalian”, “Siapakah yang mengabulkan doa orang terjepit saat memohon kepada-Nya, siapa yang menghilangkan segala penderitaan, dan siapa pula yang menjadikan kalian sebagai khalifah di muka bumi. Adakah ilah selain Allah yang mampu melakukan itu semua? Alangkah sedikitnya kalian mengingat hal ini”.<br />
<strong><br />
</strong><strong>ونحن نقول للسامعين من الرافضة ومن يسمع هذا الكلام اعلموا وفقكم الله معشر المسلمين</strong> وليعلم الرافضة خذلهم الله وأهان قدرهم وأذلهم وكسر شوكتهم على أننا لسنا مستعدين للهروب ولسنا مستعدين للفرار ،<br />
إخواني في الله أمثالكم حفظكم الله من رجال التوحيد والسنة ورجال العقيدة الصحيحة وصلوا إلى فارس والروم وطهروا البلدان من الشرك ، فمثل هذه الوجوه ينبغي هي أن تطهر البلاد من الشرك فضلا من أنها تدافع عن أنفسها وصلوا إلى الهند والسند وركبوا الحمير والبغال والجمال من أجل الله سبحانه وتعالى ونصرت دينه <strong> </strong><strong>(وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ) </strong><strong></strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Kami sampaikan juga kepada kaum rafidhah dan siapapun yang menyimak khutbah ini, agar kalian wahai kaum muslimin mengetahui, demikian pula agar kaum rafidhah juga tahu -semoga Allah menghinakan dan menghancurkan mereka- bahwa kita sama sekali tidak berpikir untuk kabur maupun melarikan diri. Ada ikhwan-ikhwan kita seperti kalian -para pejuang tauhid, sunnah, dan akidah yang shahih- yang telah mencapai Persia dan Romawi, lalu membersihkan wilayah tersebut dari kemusyrikan; apalagi kalau sekedar membela diri. Mereka juga mencapai negeri India dan lembah Sindus dengan mengendarai keledai, baghal, maupun unta semata-mata karena Allah dan demi menolong agama-Nya<strong> </strong>“Maka janganlah kalian bersikap lemah dan sedih karena kalianlah yang paling tinggi jika kalian benar-benar beriman”.<strong></strong></p>
<p><strong>ومن هنا أنبه إخواني على التحرز كثيراً في متارسهم وأماكنهم وهكذا الإخوان الذين هم عزل عن السلاح يكثرون من الدعاء رجالا ونساء وأطفالا سائلين ربهم سبحانه وتعالى أن ينصرنا ويخذل أعداءنا </strong><strong>.</strong></p>
<p>والله إن ذلتكم ذلة للسلفيين في العالم وإن نصركم نصر للسلفيين في العالم إي والله ، كل بقدر ما يستطيع <strong>، قال الله</strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>( </strong><strong><a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=%D9%88%D9%85%D8%A7+%D8%B1%D9%85%D9%8A%D8%AA+%D8%A5%D8%B0+%D8%B1%D9%85%D9%8A%D8%AA+%D9%88%D9%84%D9%83%D9%86+%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87+%D8%B1%D9%85%D9%89&amp;source=web&amp;cd=1&amp;ved=0CCQQFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.aklaam.net%2Fforum%2Fshowthread.php%3Ft%3D5430&amp;ei=eAfSTsaqCc_bsgbfldjzDA&amp;usg=AFQjCNFUZUdKMJ-8i-92ejhHtWxqOyriPg&amp;cad=rja" target="_blank">وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى</a></strong><strong> ) </strong></p>
<p dir="LTR" align="center">Saya ingatkan agar para ikhwan tetap berlindung dalam tempat-tempat pertahanan, demikian pula mereka yang tidak bersenjata agar memperbanyak doa, baik pria, wanita, maupun anak-anak. Sembari meminta kepada Allah agar memenangkan kita dan mengalahkan musuh kita.</p>
<p dir="LTR" align="center">Demi Allah, kehinaan yang menimpa kalian berarti menimpa salafiyyin di seluruh dunia, dan kemenangan kalian berarti kemenangan salafiyyin di seluruh dunia. Sungguh demi Allah, hendaknya masing-masing berjuang semampunya. Allah berfirman, “Bukanlah engkau yang mengenai sasaran saat melempar, namun Allah-lah yang mengenakannya tepat sasaran”.<br />
<strong><br />
</strong><strong>أنا أحثكم على القيام بما أوجب الله من إقامة دينه وشرعه هكذا مضافرة الجهود وإقامة المتارس والخنادق وما إلى ذلك وهذا لنا به أُسوة في رسول الله صلى الله عليه وسلم في حفره للخندق وتمترسهم فيه </strong><strong>، </strong>وأسأل الله عز وجل أن يمكننا من رقابهم) أي الرافضة الحوثيين) وأظن الله سبحانه وتعالى يقربهم إلينا لينصرنا سبحانه وتعالى فإننا قد ظلمنا أربعون يوما تحت الحصار وبعد ذلك تحت القنص وبعد ذلك تحت صب المدافع الثقيلة والهاونات والرشاشات وما إلى ذلك من القصف الشديد الذي لا يصدر إلا عن مجرمين فجرة ، وقد بذلنا لهم جميع ما نستطيع بذله ، فأبو إلا إزهاق أرواحنا وأبو إلا السيطرة على دارنا وهذا لا يجوز تمكين المجرمين منه .<br />
<strong>Saya mengajak antum sekalian untuk melaksanakan kewajiban menegakkan agama dan syariat Allah, di samping melipatgandakan usaha dan membikin tempat-tempat serta parit-parit perlindungan dsb, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan menggali parit serta berlindung dengannya. </strong>Saya memohon kepada Allah agar menaklukkan mereka (yakni Rafidhah Hutsiyin) bagi kita, dan saya mengira bahwa Allah sengaja menggiring mereka kepada kita untuk memenangkan kita, sebab kita telah dizhalimi selama 40 hari dalam pengepungan. Kemudian kita dibidik oleh sniper mereka, lalu dihujani dengan mortar, meriam, hawn, peluru dan lain-lain dengan sangat gencar, yang tidak mungkin dilakukan kecuali oleh para penjahat fajir. Kita juga telah memberi mereka apa yang mampu kita berikan, akan tetapi mereka tak menginginkan selain nyawa kita, dan tak menghendaki selain menguasai wilayah kita. Dan kita tidak boleh membiarkan para penjahat itu mewujudkan keinginannya.</p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>وهذا نداء إلى نادي الجهاد نداء إلى جهاد المشركين لمن يسمع هذه الكلمة من قرب أو بعد ولا هناك عذر لمن يقول ليس بجهاد هذا فإن هذا والله من أعظم الجهاد </strong><strong>حتى لو كانت امرأة وتستطيع أن تدفع عن نفسها وعن عرضها وتقتل مشركا أو تقتل رافضيا باغيا كان ذلك عليها بقدر ما تستطيع وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم لأم سليم حين حملت الخنجر ، ما هذا يا أم سليم قالت أبقر بطن من دنى مني</strong><strong>.</strong><br />
<strong>Inilah panggilan ke medan Jihad, panggilan untuk berjihad melawan kaum musyrikin bagi siapa saja yang mendengar seruan ini, baik yang dekat maupun jauh. Tidak ada udzur bagi orang yang mengatakan bahwa ini bukanlah jihad, sebab ini -demi Allah- termasuk jihad yang paling agung.</strong> Bahkan seorang wanita yang dapat membela diri dan kehormatannya, dan dapat membunuh seorang musyrik atau seorang rafidhi yang menyerangnya; maka ia wajib melakukan hal tersebut semampunya. Bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ummu Sulaim saat melihatnya membawa sebilah pisau, “Untuk apa itu hai Ummu Sulaim?”, “Ini untuk menikam musuh yang berani mendekatiku” jawab Ummu Sulaim.</p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>هبوا حفظكم الله </strong>معتصمين بالله وبكتابه وسنة رسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم وبشرعة الحق <strong> </strong><strong>(وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ) </strong><strong> </strong><strong>والحمد لله رب العالمين</strong><br />
<strong>Marilah berangkat, semoga Allah menjaga kalian…</strong><strong> </strong>berangkatlah dengan berpegang teguh kepada Allah, Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan dengan mengikuti firman Allah<strong> </strong><strong>“Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah. Ingatlah nikmat Allah atas kalian saat kalian saling bermusuhan lalu Allah menyatukan hati kalian hingga kalian bersaudara. Kalian dahulu berada di mulut lembah neraka, lalu Dia menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapat hidayah”</strong><strong>.</strong></p>
<p dir="LTR" align="center"><strong>Walhamdulillaahi rabbil ‘alamien</strong></p>
<p dir="LTR" align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>Khutbah ini direkam pada malam 1 Muharram 1433 H, dan disampaikan oleh Syaikh Yahya saat dentuman meriam dan desingan peluru membahana di mana-mana.</strong></p>
<p><a href="http://muslim.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html"><strong>Donasu Peduli Jihad Ahlus Sunnah di Yaman</strong></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diterjemahkan oleh: <a href="http://basweidan.wordpress.com/2011/11/28/khutbah-jihad-syaikh-yahya-beserta-terjemahannya/">Ustadz Abu Hudzaifah Sufyan Fuad Baswedan, Lc</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id/">www.muslim.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/657/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=657&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/12/07/jihad-melawan-syiah-di-yaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semakin Dekatkah Hari Kiamat?</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/29/semakin-dekat-kah-hari-kiamat/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/29/semakin-dekat-kah-hari-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 09:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Diutusnya Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Menyebarnya Fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda-Tanda Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kiamat sudah dekat? Demikianlah orang-orang membicarakan hal itu terlebih bila mengingat banyak bencana alam seperti gempa bumi, tsunami atau gunung berapi meletus. Sebenarnya apakah tanda-tanda akan terjadinya kiamat? Berikut adalah beberapa hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkhabarkan kepada umat Islam tentang tanda-tanda jaman yang mendahului datangnya hari kiamat. عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=652&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="LEFT"><span style="color:#000000;"><a href="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/07/volcano.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-655" title="volcano" src="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/07/volcano.jpg?w=191&#038;h=253" alt="" width="191" height="253" /></a>Apakah kiamat sudah dekat? Demikianlah orang-orang membicarakan hal itu terlebih bila mengingat banyak bencana alam seperti gempa bumi, tsunami atau gunung berapi meletus.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color:#000000;">Sebenarnya apakah tanda-tanda akan terjadinya kiamat? Berikut adalah beberapa hadits dari sekian banyak hadits-hadits yang mengkhabarkan kepada umat Islam tentang tanda-tanda jaman yang mendahului datangnya hari kiamat.</span></p>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">
<p align="RIGHT"><span id="more-652"></span><br />
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلَا صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ وَيَقُولُ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;">(<strong>Hadits Riwayat Muslim)</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><strong>Artinya: </strong>Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, bahwasanya; Apabila Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam menyampaikan khutbah, maka kedua matanya memerah, suaranya lantang, dan semangatnya berkobar-kobar bagaikan panglima perang yang sedang memberikan komando kepada bala tentaranya. Beliau bersabda: &#8220;Hendaklah kalian selalu waspada di waktu pagi dan petang. Aku diutus, sementara antara aku dan hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yakni jari telunjuk dan jari tengah).&#8221; </span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"> <span style="font-family:Tahoma;"><strong>حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ حَدَّثَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"> <span style="font-family:Tahoma;"><strong>قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"><strong>(Hadits Riwayat Muslim)</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><strong>Artinya: </strong>Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami &#8216;Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Abu At Tayyah telah menceritakan kepadaku <em>Anas bin Malik</em> dia berkata; Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa Sallam bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum khamer, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. </span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لَا أَرَبَ لِي بِهِ وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ يَعْنِي آمَنُوا أَجْمَعُونَ فَذَلِكَ حِينَ</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"><strong>{ </strong><span style="font-family:Tahoma;"><strong>لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا </strong></span><strong>}</strong></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ نَشَرَ الرَّجُلَانِ ثَوْبَهُمَا بَيْنَهُمَا فَلَا يَتَبَايَعَانِهِ وَلَا يَطْوِيَانِهِ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ انْصَرَفَ الرَّجُلُ بِلَبَنِ لِقْحَتِهِ فَلَا يَطْعَمُهُ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَهُوَ يُلِيطُ حَوْضَهُ فَلَا يَسْقِي فِيهِ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ رَفَعَ أُكْلَتَهُ إِلَى فِيهِ فَلَا يَطْعَمُهَا</strong></span></span></p>
<p align="RIGHT"><span style="color:#000000;">(<strong>Hadits Riwayat Bukhari)</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><strong>Artinya: </strong>Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu&#8217;aib, telah menceritakan kepada kami Abu Az Zanad dari &#8216;Abdurrahman dari <em>Abu Hurairah </em>dia berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah bersabda: “Tidak akan tegak hari kiamat:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">(1) Sampai berperang dua golongan yang besar yang menimbulkan kematian yang begitu banyak, sedangkan da&#8217;wah keduanya adalah satu (sama), (2) Dan sampai muncul para dajjal yaitu para pendusta sebanyak tiga puluh orang yang semuanya mengaku Rasul Allah. (3) Dan sampai diangkatnya ilmu. (4) Banyak sekali Gempa Bumi. (5) Dan waktu berjalan demikian cepatnya. (6) Dan tersebarnya berbagai macam fitnah. (7) Dan banyak sekali al-harju (yaitu pembunuhan) (8) Dan sampai banyak sekali harta di antara kamu. (9) Maka harta itu melimpah ruah, sehingga pemilik harta sangat ingin kalau ada orang yang menerima shodaqohnya. (10) Sampai orang yang memiliki harta itu memberikan hartanya, lalu orang yang diberikan harta itu berkata kepada yang memberikannya: “aku tidak membutuhkan harta ini.” (11) Dan sampai manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan. (12) Dan sampai seorang melewati kubur orang lain lalu dia berkata: “Wahai, alangkah baiknya kalau sekiranya aku saja yang berada di tempatnya.” (13) Dan sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya. Maka apabila matahari telah terbit dari tempat terbenamnya dan manusia melihatnya mereka pun beriman semuanya. Maka yang demikian itu terjadi ketika: (kemudian beliau membacakan firman Allah di dalam surat Al An&#8217;aam ayat 158) “Tidaklah bermanfa&#8217;at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” </span></p>
<p style="text-align:left;" align="CENTER"><span style="color:#000000;"><strong>Sebagian tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat telah terjadi</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Betapa kita melihat bahwa tanda-tanda akhir jaman yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam telah terjadi sebagiannya dan bahkan berulang terjadi dan sebagiannya lagi belum terjadi. Berikut adalah pembahasannya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><strong>A. <span style="text-decoration:underline;">Tanda akan datangnya hari kiamat yang tanda itu telah terjadi</span>:</strong></span></p>
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Aku diutus, sementara antara aku dan hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yakni jari telunjuk dan jari tengah)</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Diutusnya Rasulullah adalah telah terjadi dan tidak akan diutus lagi nabi baru.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Sampai berperang dua golongan yang besar yang menimbulkan kematian yang begitu banyak, sedangkan da&#8217;wah keduanya adalah satu (sama).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Peperangan ini telah terjadi yaitu peperangan antara Sahabat Ali dan Sahabat Mu&#8217;awiyah.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan sampai banyak sekali harta di antara kamu.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Telah terjadi pada zaman shahabat Radhiyallaahu &#8216;anhum.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Maka harta itu melimpah ruah, sehingga pemilik harta sangat ingin kalau ada orang yang menerima shodaqohnya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Telah terjadi pada zaman khalifah yang mulia Umar ibn Abdul Aziz dan masih terus terjadi hingga saat ini di tempat-tempat tertentu.</strong></em></span></p>
</li>
</ul>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><strong>B. <span style="text-decoration:underline;">Yang telah terjadi kemudian terjadi lagi hingga saat ini:</span></strong></span></p>
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Banyak yang meminum khamer, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Banyaknya orang yang meminum khamer (sesuatu yang dapat memabukkan) dan dijual di toko-toko dan warung-warung hingga ke desa-desa, dan juga orang-orang yang berzina tidak dipermasalahkan lagi bahkan disediakan tempat secara khusus untuk melakukannya. Termasuk pula terbukanya pintu menuju perzinahan karena para orangtua tidak lagi peduli anak-anak gadis mereka bermaksiat, berpacaran dan dibawa oleh laki-laki yang bukan suaminya.</strong></em></span></p>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan sampai muncul para dajjal yaitu para pendusta sebanyak tiga puluh orang yang semuanya mengaku Nabi / Rasul Allah.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Para dajjal kecil yaitu nabi palsu telah muncul sejak jaman Nabi Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam dan masih saja kita temukan hingga saat ini orang-orang yang coba-coba menyatakan dirinya sebagai nabi.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan sampai diangkatnya ilmu.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Betapa sangat sedikitnya ulama di jaman ini adalah menunjukkan telah terjadinya ilmu diangkat dari manusia sehingga banyak orang yang tak mengetahui ilmu agama pun disebut sebagai da&#8217;i atau bahkan dianggap sebagai ulama dan didengar fatwanya yang tanpa ilmu.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Banyak sekali Gempa Bumi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Telah sering gempa bumi terjadi termasuk di negeri kita sebagai ujian, peringatan dan adzab namun banyak umat manusia tidak pernah menyadari bahwa kematian dapat datang sewaktu-waktu tetapi ia masih saja berani bermaksiat.</strong></em></span></p>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan sampai manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><strong><span style="color:#000000;"><em>Catatan: Kita melihat saat ini bangsa yang dulunya penggembala ternak seperti yang ada di daerah Arab dan lainnya telah membangun gedung-gedung tinggi yang tingginya mengalahkan gedung-gedung yang dibangun oleh bangsa Eropa dan Amerika, ini dapat kita lihat seperti di Dubai dan lain-lain.</em></span></strong></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan waktu berjalan demikian cepatnya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Telah terjadi kita rasakan waktu berlalu sedemikian cepatnya sehingga rasanya baru saja anak-anak kita dilahirkan dan tanpa disadari kini telah menjadi dewasa.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan banyak sekali al-harju (yaitu pembunuhan)</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Bukankah kita telah mendengar berita saat ini betapa telah banyak terjadi orangtua membunuh anaknya dan anak membunuh orangtuanya? Apalah lagi di antara orang lain maka hal kecil pun dapat menjadi sebab terjadinya saling bunuh membunuh.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan tersebarnya berbagai macam fitnah.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Betapa banyaknya orang-orang di jaman ini begitu mudahnya memfitnah dan berdusta bahkan atas kaum muslimin sendiri yang disebarkan melalui buku-buku atau situs internet. Kemudian dibaca oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan tentangnya dan kemudian ia turut menyebarkan fitnah dimana-mana bahkan hingga ke masjid-masjid dengan tanpa takut ancaman lumpur neraka seperti yang Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam telah peringatkan. </strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan sampai seorang melewati kubur orang lain lalu dia berkata: “Wahai, alangkah baiknya kalau sekiranya aku saja yang berada di tempatnya.”</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Sudah banyak kita mendengar berita orang membunuh dirinya bahkan hingga anak yang masih kecil pun telah melakukannya karena tidak sanggup menerima cobaan hidup.</strong></em></span></p>
</li>
</ul>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><strong>C. <span style="text-decoration:underline;">Yang akan terjadi (belum terjadi)</span>:</strong></span></p>
<ul>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Sampai orang yang memiliki harta itu memberikan hartanya, lalu orang yang diberikan harta itu berkata kepada yang memberikannya: “aku tidak membutuhkan harta ini.”</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Belum terjadi namun akan terjadi kelak pada zaman turunnya Nabi Isa ibn Maryam &#8216;alayhis salaam.</strong></em></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Dan sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya. Maka apabila matahari telah terbit dari tempat terbenamnya dan manusia melihatnya mereka pun beriman semuanya. Maka yang demikian itu terjadi ketika: (kemudian beliau membacakan firman Allah di dalam surat Al An&#8217;aam ayat 158) “Tidaklah bermanfa&#8217;at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em><strong>Catatan: Hal ini belum terjadi namun pasti akan terjadi yang menandakan kiamat telah berada di depan mata.</strong></em></span></p>
</li>
</ul>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Masih banyak lagi hadits-hadits yang shahih datang dari Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam tentang tanda-tanda kiamat, namun dengan apa yang tercantum di atas kiranya telah mencukupkan diri kita untuk mengetahui bahwa kiamat memang telah dekat dan bahkan ada yang lebih dekat lagi. Apakah itu? Yaitu pemutus kenikmatan dunia (kematian) yang tidak akan pernah kita ketahui kapan datangnya, apakah hari ini ? Atau kah besok?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Wallahu &#8216;alam dan kami mohon ampun dan berlindung kepada-Nya.</span></p>
<p align="JUSTIFY">(Diambil sebagiannya dari kitab &#8220;Telah Datang Zamannya&#8221; yang ditulis oleh Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan lain-lain.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/652/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=652&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/29/semakin-dekat-kah-hari-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/07/volcano.jpg?w=227" medium="image">
			<media:title type="html">volcano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peduli Musibah Kebakaran di Ma&#8217;had Ibnu Taimiyah</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/21/peduli-musibah-kebakaran-di-mahad-ibnu-taimiyah/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/21/peduli-musibah-kebakaran-di-mahad-ibnu-taimiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 13:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'had ibnu Taimiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Inna Lillaahi wa inna Ilaihi Raji&#8217;uun&#8221; Telah terjadi musibah kebakaran di Ma&#8217;had Ibnu Taimiyah &#8211; Bogor, Jawa Barat  yang berakibat wafatnya 2 orang musyrifah (pembimbing) kamar asrama. Semoga keduanya mendapatkan rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Amin. Berikut adalah beritanya dari http://www.ibnutaimiyah.com/musibah-kebakaran-di-mahad-ibnu-taimiyah/ Musibah kebakaran di Ma’had Ibnu Taimiyah July 18, 2011 By admin Hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=647&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Inna Lillaahi wa inna Ilaihi Raji&#8217;uun&#8221;</p>
<p>Telah terjadi musibah kebakaran di Ma&#8217;had Ibnu Taimiyah &#8211; Bogor, Jawa Barat  yang berakibat wafatnya 2 orang musyrifah (pembimbing) kamar asrama. Semoga keduanya mendapatkan rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Amin.</p>
<p>Berikut adalah beritanya dari <a href="http://www.ibnutaimiyah.com/musibah-kebakaran-di-mahad-ibnu-taimiyah/">http://www.ibnutaimiyah.com/musibah-kebakaran-di-mahad-ibnu-taimiyah/</a></p>
<h1></h1>
<h1>Musibah kebakaran di Ma’had Ibnu Taimiyah</h1>
<div>
<div>July 18, 2011</div>
<p>By <a title="Posts by admin" href="http://www.ibnutaimiyah.com/author/admin/" rel="author">admin</a></p>
</div>
<p><a href="http://www.ibnutaimiyah.com/wp-content/uploads/2011/07/api1.jpg"><img title="api" src="http://www.ibnutaimiyah.com/wp-content/uploads/2011/07/api1.jpg" alt="" width="197" height="131" /></a></p>
<p>Hari Ahad malam tanggal 16 Sya’ban 1432H/ 17 Juli 2011M sekitar jam 18.15 ketika para santri dan penghuni pesantren tengah menunaikan ibadah sholat Maghrib, telah terjadi kebakaran di Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah Qism Banat (Pesantren Putri).  Kejadian yang terjadi sangat cepat ini cukup membuat panik santri yang tengah sholat di masjid Banat (putri), pasalnya gedung dua lantai yang terbakar dilantai duanya ini persis terletak di belakang  Mesjid sehingga para santri putri membatalkan sholatnya untuk menyelamatkan diri yang kemudian berhasil diungsikan ke Mesjid Al-Fauzan yang berlokasi di Pesantren putra.    Adapun jama’ah sholat Maghrib di Pesantren Putra yang sedang khusuk melaksanakan sholat Maghrib, baru menyadari adanya kebakaran di pesantren putri setelah selesai sholat, sehingga cukup dramatis memang karena api baru berhasil dijinakkan setelah para santri, asatidzah dan segenap civitas pesantren dibantu oleh penduduk sekitar pesantren bergotong royong melokalisasi api dengan menggunakan ember dan mengambil air dari selokan kering didepan pesantren yang kebetulan setiap habis hujan terisi air, kemudian dibantu pemadaman api oleh satu truck tangki air untuk air minum isi ulang dan 3 armada pemadam kebakaran yang datang terlambat.  Akhir kejadian tidak kurang dari separoh gedung sebelah timur di lantai II  terbakar habis, dan 2 orang saudari kami musyrifah kamar (pengasuh santriwati) tewas terbakar.   Mudah2an pengabdian dibidang dakwah  selama hidup keduanya sehingga menemui ajalnya di tempat tugas mendapatkan tempat yang baik disisi Nya.</p>
<p>Mohon do’a dari ikhwani dan akhwati semua agar kami para pengurus, asatidzah dan para santri santriwati diberi ketabahan, kesabaran dan kemampuan untuk menerima musibah ini dan segera dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar lagi bi idznillah serta bantuan antum.</p>
<p>Dan kami mengucapkan Jazakallahu khoiron atas tanggapan cepat dari ikhwani dan akhwati yang telah mengirimkan bantuannya baik secara langsung telah datang ke pesantren maupun melalui transfer bank sebagaimana  informasi dari kami yang terdapat pada link <a href="http://www.ibnutaimiyah.com/rekening-donasi/" target="_blank">REKENING  DONASI.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/647/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=647&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/21/peduli-musibah-kebakaran-di-mahad-ibnu-taimiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ibnutaimiyah.com/wp-content/uploads/2011/07/api1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">api</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Ramadhan: Tutup Buku Kemungkaran</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/07/menjelang-ramadhan-tutup-buku-kemungkaran/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/07/menjelang-ramadhan-tutup-buku-kemungkaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 02:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[dukun]]></category>
		<category><![CDATA[ghibah]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[pungli dan suap]]></category>
		<category><![CDATA[ramalan]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Tutup buku kemungkaran!  Menyambut bulan Ramadhan ini, maka marilah kita mulai dengan lembaran baru untuk  selamanya dan menjauhi  larangan-larangan Allah  yang selama ini sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, ringan atau berat  ternyata  pernah kita lakukan.  Bukan sekedar di Ramadhan ini, tetapi setiap hari di setiap bulan dan di setiap tahun hingga akhir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=321&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-326" title="FIREMUNKAR" src="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2009/08/firemunkar.jpg?w=468" alt="FIREMUNKAR"   />Tutup buku kemungkaran!  Menyambut bulan Ramadhan ini, maka marilah kita mulai dengan lembaran baru untuk  selamanya dan menjauhi  larangan-larangan Allah  yang selama ini sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, ringan atau berat  ternyata  pernah kita lakukan.  Bukan sekedar di Ramadhan ini, tetapi setiap hari di setiap bulan dan di setiap tahun hingga akhir hayat kita.</p>
<p>Memangnya kemungkaran apa yang kita lakukan?  Mungkin akan ada pertanyaan seperti itu bila mendengar hal tersebut.    Bahkan pertanyaan itu juga ditambahi dengan kata-kata: “Rasanya saya sudah beribadah dengan baik, yang wajib dikerjakan, yang sunnah saya juga sering lakukan!” <span id="more-321"></span></p>
<p>Alhamdulillah bila semua itu telah kita lakukan dengan baik, tetapi tahukah kita terkadang masih melanggar larangan Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala  dan RasulNya?</p>
<p>Berikut ini adalah sebagian kegiatan yang lumrah dilakukan di sekitar kita yang terkadang dilakukan orang tanpa disadari bahwa itu merupakan larangan.</p>
<p>(1)  Mendatangi peramal atau mempercayai ramalan  adalah sesuatu yang diharamkan.  Tetapi di jaman ini segala hal yang berbentuk demikian telah dikemas dengan cara yang halus dan canggih pula.  Coba saja kita lihat isi koran hingga televisi.  Mulai dari ramalan bintang (zodiac) hingga iklan para peramal bertebaran di mana-mana.  Akibatnya, para remaja hingga orangtua banyak yang menggandrungi ramalan karena menganggapnya sebagai hal yang lumrah dan bermanfaat bagi dirinya. “<em>Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad <em>Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam</em>.” </em>(HR. Abu Dawud, Shahih).</p>
<p>Sebenarnya masalah ramal meramal dalam bentuk modern ini bukan hal baru.  Penulis ingat di tahun 70-an, seorang penyanyi top, ADE MANUHUTU menyanyikan lagu berjudul VIRGO.  Lagu ini sangat top dan banyak orang menyanyikannya dimana-mana.  Kalau sekarang para peramal memanfaatkan teknologi modern yang luas karena di-iklan-kan di televisi dan disebarkan ramalannya melalui SMS  berlangganan misalnya dengan menulis REG Spasi MAMA LEMON eh LOREN.  Parahnya lagi, televisi kadang-kadang memberikan iklan gratis bagi si peramal yaitu dengan mewawancarainya pada awal tahun dsb.</p>
<p>Mengapa masalah seperti ini penulis taruh di nomor 1, karena masalah aqidah, tauhid adalah masalah yang paling penting.  Dakwah para ambiya’ (Nabi) pertama kali adalah masalah tauhid. Dakwah yang mengajarkan kalimatul Haqq, yaitu LAA ILAHA ILLALLOH, yang artinya adalah Laa ma&#8217;buda bihaqqin illaLLOH (tiada Ilah yang patut diibadahi dengan haq melainkan Allah saja).</p>
<p>Keburukan masalah perdukunan yang termasuk di dalamnya kegiatan ramal meramal, penggunaan kekuatan sihir atau gaib (yang biasanya melibatkan jin) untuk mencari kekayaan, kesembuhan, cinta dan bahkan mencelakai orang lain telas jelas larangannya berdasarkan banyak dalil.</p>
<p>- Wa Indahu mafaatikhul ghoyb, laa ya’lamuha illa Huwa (al-An’amm 59).  artinya: Dan di sisi Allah kunci masalah ghoib, tiada yang mengetahuinya kecuali Dia (Allah) semata.</p>
<p>- Wa annahu kaana rijalun minal insi ya’udzuuna bi rijalin minal jinni, fazaduuhum rohaqo (Jin 6).  Artinya: Ada segolongan orang yang meminta tolong/perlindungan kepada jin, maka mereka (jin itu) menambah kesalahan kepada mereka (orang itu).</p>
<p>Ini menjadi dasar haramnya meminta pertolongan kepada jin yang biasanya dilakukan oleh para dukun atau bahkan orang yang mengaku kyai tapi mempraktekkan hal demikian untuk meramal atau mengobati  sekalipun mereka membaca-baca ayat al-Qur’an sebagai kedok.</p>
<p>Yang saya sampaikan ini juga berkaitan erat dengan maraknya pemahaman Islam secara liberal  sebagaimana yang diasong oleh kelompok <em>JIL, Paramadina</em> dan berbagai LSM lainnya yang banyak dibantu oleh LSM dari luar negeri seperti <em>Asia Foundation</em> dan <em>Rand Corporation</em>.  Mereka berupaya untuk menyebarkan pemahaman bahwa semua agama sama baiknya yang akibatnya keyakinan kaum muslimin terhadap Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhoi Allah meluntur hingga keimanan terhadap firman Allah pun menghilang. Akibat yang paling parah adalah tidak dipatuhinya lagi syariat Islam karena dianggap tidak sesuai lagi dengan hukum dunia modern ala barat. Padahal sebagai umat Islam, kita harus yakin bahwa Allah – lah yang paling tahu tentang makhluk dan hukumNya lah yang paling benar dan terbaik buat manusia.   Contoh dari hilangnya keimanan kepada syariat adalah Perkawinan antar agama Islam dan lainnya menjadi biasa, pindah agama atau murtad menjadi biasa dan bila masalah aqidah sudah tidak peduli, maka kemaksiatan dan dosa lainnya menjadi lebih mudah dilakukan oleh mereka.</p>
<p>(2) Kegiatan merokok,  ini kelihatannya sepele, tetapi kegiatan ini jelas-jelas merugikan.  Bagi perokok, sadar tidak sadar ia merusak dan menyakiti diri sendiri dan orang lain secara perlahan.  Terkadang sudah jelas-jelas dicantumkan di bungkusnya  yaitu peringatan mengenai bahaya rokok, tetapi tetap saja orang tidak peduli. Padahal setidaknya, merokok adalah perbuatan sia-sia dan menghamburkan uang.</p>
<p>“<em>Sesungguhnya   Allah  itu  membenci  tiga perkara  untuk  kalian,  (yakni)  berita   yang  tidak  jelas, </em><em>menghambur-hamburkan  harta,  dan banyak bertanya.” </em>HR Bukhari &amp; Muslim (lihat “Tidak  merokokkarena Allah”, karangan Syaikh Muhammad Jamil Zainu).</p>
<p>(3) Ghibah alias menceritakan  tentang orang lain dengan sesuatu yang orang tersebut tidak menyenanginya, merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di kalangan sebagian kita. Kelihatannya ringan saja, tetapi  sebenarnya hal itu bagaikan memakan daging saudaranya yang telah mati,  demikianlah Allah mengumpamakannya di dalam surat Al-Hujuraat 12.  Sadar atau tidak sadar kita terlibat di dalam ghibah ketika kita melihat dan mendengarkan acara televisi tentang berita-berita artis atau orang terkenal lainnya.</p>
<p><em>(4) </em>Melepas pandangan mata kepada yang diharamkan menjadi kegiatan umum di masyarakat kita saat ini.   Terkadang memang kesempatan itu datang begitu mudahnya.  Lawan jenis (pria atau wanita) sering menampilkan dirinya dalam keadaan yang terbaik (tabarruj)  tetapi tidak untuk keluarganya sendiri karena cara pergaulan yang berbaur dengan lawan jenis.   Bila sudah begini maka dari mata biasanya turun ke hati dan ujung-ujungnya syahwat tidak terkendali karena terbiasa menuruti hawa nafsu saja.  Allah Sub-haanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman:   “ <em>..(agar) mereka menahan  pandangan mereka..” (QS.An-Nuur: 30/31).</em></p>
<p>(5) Menikmati riba merupakan hal yang biasa dilakukan orang.  Menjalankan riba oleh kebanyakan kita  tidak dianggap sebagai sesuatu yang terlarang. Padahal riba jelas dilarang di dalam QS. An-Nisaa’:161 dan merupakan salah satu dari tujuh perkara yang dapat membuat celaka, yaitu dengan menyekutukan Allah, membunuh jiwa yang diharamkan, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh wanita baik-baik berzina  (lihat HR. Bukhari &amp; Muslim, no. 304/1 Mutiara pilihan Riyadush Sholihin/Abdul Aziz Sa’ad Al ‘Utaibiy).</p>
<p>(6) Aurat memang sesuatu yang harus di sembunyikan kecuali dihadapan suami/istri atau mahramnya.  Tetapi jangan  pula heran bila kini aurat tidak lagi merupakan hal yang perlu disembunyikan. Pakaian model terbuka mulai dari yang digunakan di kolam renang hingga pakaian yang digunakan di kantor, sekolah dan tempat pesta sudah dibuat sedemikian terbuka hingga terlihatlah auratnya kepada siapa saja.  Bahkan, pakaian yang seolah-olah memenuhi kaidah agamapun kini telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan bahan ketat dan tipis  akibatnya, walaupun kulit tertutup  rapat tetap saja tidak mampu menyembunyikan lekuk isinya. Lupakah kita bahwa menutup aurat adalah kewajiban? Dalil menutup aurat ini dapat dilihat antara lain dalam Al-Qur’an surat An-Nuur 31 dan Al-Ahzab 59.</p>
<p>(7) Pungutan liar, komisi dianggap biasa di perkantoran. Mark-up harga, kickback atau pengembalian sejumlah dana kepada petugas pemberi kerja/proyek  yang nota bene adalah mengambil uang kantor/negara melalui tangan orang lain jelas merupakan dosa yang pada gilirannya merusak perekonomian.   Parahnya, hal demikian bahkan dianggap rejeki oleh sebagian orang. Demikian pula dengan suap, padahal, “<em>Rasulullah Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam  melaknat orang yang memberi suap, orang yang menerima suap, serta orang yang menjadi perantara keduanya tersebut</em>.”  (HR at-Tirmidzi, Ibn Hibban, dan al-Hakim).</p>
<p>Ada sebuah riwayat dari Bukhari dan Muslim tentang tidak diperbolehkannya kita menerima hadiah yang berkaitan dengan jabatan kita.  Suatu hari Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa salam mengutus seorang laki-laki bernama Lutbiyah untuk memungut zakat dari seseorang. Setelah menerima zakat dari orang yang dimaksud, Lutbiyah menghadap ke Rasulullah. Dia kemudian menyetorkan sebagian uang yang diperolehnya kepada Rasulullah, seraya berkata, &#8220;Ini untuk Anda (maksudnya untuk Baitul Maal).&#8221;Sedangkan sebagian yang lain ditahan oleh Lutbiyah, sambil berkata, &#8220;Dan yang ini hadiah yang diberikan orang kepadaku.&#8221; Setelah mendengar pernyataan itu Rasulullah berdiri di atas mimbar. Mula-mula beliau memuji dan menyanjung Allah Ta&#8217;ala, kemudian beliau bersabda, &#8220;Ada seorang petugas yang kutugaskan memungut zakat, dia berkata, &#8220;Ini zakat yang kupungut kusetorkan kepada Anda, dan yang ini hadiah pemberian orang kepadaku.&#8221; (Kalau benar itu hadiah untuknya pribadi, tidak ada kaitannya dengan tugasnya memungut zakat), mengapa dia tidak duduk saja di rumah orangtuanya menunggu orang mengantar hadiah kepadanya? Demi Allah yang jiwaku berada dalam kuasa-Nya, tidak seorang jua pun di antara kalian yang menggelapkan zakat yang ditugaskan kepadanya memungutnya, melainkan pada hari kiamat kelak, dia akan memikul unta (dari zakat) yang digelapkannya itu melenguh-lenguh di kuduknya, atau sapi yang menguak-nguak, atau kambing yang mengembik-ngembik.&#8221;:</p>
<p>(8) Judi terselubung tanpa sadar kita lakukan misalnya dengan mengikuti kuis SMS dengan tujuan mendapatkan hadiah. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab ketika untuk mendapatkan undian kita harus mengeluarkan sejumlah uang tertentu (dengan berbagai bentuk) maka berlakulah ayat Allah:</p>
<p>“Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu innamaal-khomru wa-l-maysiru wal-anshoobu wal-azlaamu rij-sum-min ‘amali-sy syaythoon, faj-tanibuu la’allakum tuflikhun”</p>
<p>Artinya: <em>“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”</em> (QS. Al-Maa’idah 90).</p>
<p>Demikian sekilas kebiasaan munkar umat Islam yang dapat disampaikan, masih banyak hal-hal lain yang merupakan larangan tetapi orang meremehkan dosa yang ditimbulkannya dan menganggap ringan siksa Allah di hari pembalasan kelak, Naudzubillahi min dzalik.</p>
<p>Jadikan Ramadhan ini sebagai ajang menjadikan jiwa kita lebih bersih dan amal kita lebih sholih &#8211; semoga   Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala memudahkan langkah kita menuju jalan yang  diridhoi olehNya. Amin. Allahu a’lam bisshowab. (Ibnu AQ / 070809)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=321&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/07/07/menjelang-ramadhan-tutup-buku-kemungkaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2009/08/firemunkar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FIREMUNKAR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Pacaran Setelah Nikah</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/05/10/indahnya-pacaran-setelah-nikah/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/05/10/indahnya-pacaran-setelah-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 15:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Dera]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Rajam]]></category>
		<category><![CDATA[Zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal istilah pacaran? Tentu banyak yang memahami istilah ini mulai dari yang pernah melakukan hingga anak-anak kecil yang belum pernah melakukannya pasti mengetahui istilah ini.  Dan rata-rata, manusia di Indonesia ini melakukan kegiatan pacaran dengan berbagai aktifitasnya.  Mulai dari yang sekedar ngobrol berduaan &#8211; baik itu ditempat sepi atau di tengah keramaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=624&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/05/rambu-dilarang-pacaran-copy-copy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-636" title="Rambu Dilarang Pacaran copy copy" src="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/05/rambu-dilarang-pacaran-copy-copy.jpg?w=105&#038;h=178" alt="" width="105" height="178" /></a>Siapa yang tak kenal istilah pacaran? Tentu banyak yang memahami istilah ini mulai dari yang pernah melakukan hingga anak-anak kecil yang belum pernah melakukannya pasti mengetahui istilah ini.  Dan rata-rata, manusia di Indonesia ini melakukan kegiatan pacaran dengan berbagai aktifitasnya.  Mulai dari yang sekedar ngobrol berduaan &#8211; baik itu ditempat sepi atau di tengah keramaian mall -  hingga yang mengaplikasikannya dalam bentuk pergaulan sebagaimana suami-istri memadu kasih.   Ini semua terjadi akibat salahnya pemahaman kebanyakan manusia yang menganggap pacaran adalah upaya yang harus dilakukan sebelum dilanjutkan ke jenjang pernikahan.</p>
<p>Namun untuk lebih adil, kita lihat definisi pacaran menurut ensiklopedia bebas secara online sebagai beriktu:</p>
<p><em><strong>Pacaran</strong> merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Dalam pacaran, ada aktivitas yang disebut dengan kencan. Aktivitas ini berupa kegiatan yang telah direncana maupun tak terencana. Kencan yang tak terencana disebut dengan blind date.</em></p>
<p><em><span id="more-624"></span><br />
</em></p>
<p><em>Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi dalam masyarakat individu-individu yang terlibat. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksualatau percumbuan.</em></p>
<p><em>Menurut <a title="Kamus Besar Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kamus_Besar_Bahasa_Indonesia">Kamus Besar Bahasa Indonesia</a> (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar. Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama. </em></p>
<p><em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pacaran" target="_blank">(http://id.wikipedia.org/wiki/Pacaran)</a><br />
</em></p>
<p>Bila kita membaca definisi di atas, maka pacaran sepertinya adalah hal lumrah dan normal dalam siklus kehidupan manusia.  Lahir &#8211; sekolah &#8211; kerja &#8211; pacaran &#8211; nikah &#8211; mempunyai anak &#8211; nikahkan anak &#8211; mati.   Pacaran diartikan sebagai suatu aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencari istri/suami yang cocok hingga kelak bila sudah menikah akan cocok pula hingga kakek nenek.  Konsekwensinya, bila belum menemukan yang cocok maka harus gonta ganti pacar &#8211; plus &#8211; bumbu-bumbu pacarannya seperti yang lumrah pada masyarakat kita berupa berduaan, sentuhan, gandengan tangan, pelukan, ciuman, hingga mungkin ada pula yang permisif hingga sampai ke taraf hubungan suami istri dan hamil.  Penulis kira tidak perlu membahas lagi apa yang disebut pacaran itu karena rata-rata sudah mafhum dan hendaknya kita bahas saja secara syariat mengenai dibolehkannya pacaran.</p>
<p><strong>Larangan dan Kebolehannya</strong></p>
<p>Larangan berpacaran sebenarnya sudah jelas diatur dalam Islam yaitu di dalam Al-Qur-an dan hadits Rasulullah shahihah (yang sah datang dari Rasulullah). Banyak orang yang berpendapat bahwa pacaran diperbolehkan asalkan tidak sampai ke hubungan suami istri.  Bahkan lucunya (yang sebenarnya adalah memprihatinkan) adanya gadis-gadis remaja berkerudung dan berusaha menutupi auratnya untuk tidak dilihat oleh kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Mereka juga menahan diri dari bersalaman dengan lawan jenisnya.  Tetapi anehnya, mereka menghalalkan pacaran dalam rangka membina jalan menuju mahligai rumah tangga.  Mereka &#8216;halal&#8217;kan diri mereka untuk berduaan dengan sang calon suami (istilah halus pengganti istilah pacar), bergandengan tangan dengan sang calon, bahkan membuka kerudung  karena ia merasa yakin toh sang calon kelak  akan melihat dirinya secara utuh dalam sebuah pernikahan yang suci. Wah-wah, ini jelas salah kaprah dan salah menempatkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan  juga bukan suaminya itu.  Beda satu menit pun, selama ia belum menjadi istrinya tentu hal itu tidak boleh dilakukannya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an Surah Al-Mu&#8217;minuun ayat 1-7 menjelaskan:</p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas</em>.&#8221;</p>
<p>Di sini dijelaskan bahwa manusia diwajibkan untuk menjaga kemaluannya yaitu dengan jalan tidak mencari kepuasan melalui jalan yang tidak diridhoi Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala.</p>
<p><strong>Pacaran sebelum nikah, Jalan Menuju Perzinahan<br />
</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam; <em>&#8220;Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti melakukan hal itu dengan tidak dipungkiri lagi, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah bicara, jiwa mengkhayal dan kemaluan yang akan membenarkan itu atau mendustakannya&#8221;. Dan Syababah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Warqa&#8217; dari Ibnu Thawus dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>.&#8221;  (Hadits Riwayat Bukhari No. 6122).</p>
<p>Dalam hadits lain diriwayatkan pula:</p>
<p>&#8220;<em>Kedua tangan berzina dan zinanya adalah menyentuh, kedua kaki berzina dan zinanya adalah berjalan, mulut berzina dan zinanya adalah mencium</em>.&#8221; (Hadits Riwayat Abu Dawud No.1840)</p>
<p>Firman dan hadits di atas menjelaskan bahwa zina tidaklah hanya berkaitan dengan zina kemaluan yang sesungguhnya  tetapi juga dari pandangan mata yang tidak ditundukkan / dilepas dengan melihat kepada lawan jenis yang bukan hak-nya baik dengan syahwat ataupun tidak, pembicaraan yang berbau mesum, rayuan,  maupun  khayalan terhadap pergaulan bebas.</p>
<p>Allah berfirman dalam al-Qur&#8217;an Surah An-Nuur ayat 30 agar para laki-laki tidak memandang wanita yang bukan istri ataupun mahram-nya, sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;<em>Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat</em>.&#8221;</p>
<p>Juga diperintahkan kepada kaum wanita tidak memandang laki-laki yang bukan suami atau mahram-nya,  menutup auratnya kecuali kepada suami dan mahramnya seperti diwahyukan dalam al-Qur&#8217;an Surah An-Nuur ayat 31:</p>
<p>&#8220;<em>Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.&#8221;</em></p>
<p>Oleh karenanya Allah benar-benar tegas melarang kita untuk mendekati zina tersebut.  Bukan hanya melarang berzina, tetapi mendekatinya pun dilarang.</p>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an Surah Al-Israa&#8217; ayat 32, Allah berfirman:</p>
<p>&#8220;<em>Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.</em> &#8220;</p>
<p>Dalam sabdanya, Rasulullaahu &#8216;alayhi wa sallam melarang seseorang laki-laki dan seorang wanita bertemu di suatu tempat berdua saja kecuali ada mahram si wanita.</p>
<p>Dari Ibnu &#8216;Abbas radhiyallaahu &#8216;anhuma berkata; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:  &#8220;<em>Janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya dan janganlah seorang laki-laki menemui seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya&#8221;. Kemudian ada seorang laki-laki yang berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, sebenarnya aku berkehendak untuk berangkat bersama pasukan perang ini dan ini namun isteriku hendak menunaikan haji&#8221;. Maka Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Berangkatlah haji bersama isterimu</em>&#8220;.  (Hadits Riwayat Bukhari No.1729, No.4832, Ahmad No.1833)</p>
<p>Juga dalam satu riwayat dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, janganlah menyendiri dengan seorang wanita yang tidak ada bersamanya seorang mahramnya karena yang ketiganya setan</em>&#8220;.  (Hadits Riwayat Ahmad No.14124)</p>
<p>Tidak diragukan lagi, maka apa-apa yang disebutkan di atas mengenai zina dan jalan mendekatinya seperti: <em>berduaan</em>, <em>memandang</em>, <em>sentuhan</em>, <em>rayuan</em>, <em>mencium</em> adalah perbuatan yang umum terjadi pada orang-orang yang sedang berpacaran.  Dan semuanya telah datang dalil yang melarangnya yaitu yang melarang orang kepada berbagai jalan menuju perzinahan &#8211; walaupun zina yang hakiki itu sendiri mungkin tidak terjadi!</p>
<p><strong>Hukuman Bagi Pezina</strong></p>
<p>Zina merupakan satu dari perbuatan dosa besar di dalam Islam.  Imam Ahmad bin Hanbal &#8211; Rahimahullah  berkata di dalam kitabnya Ad-Daa&#8217; wad-Dawaa&#8217; : &#8220;<em>Aku tidak mengetahui dosa yang paling besar setelah membunuh manusia melainkan zina</em>.&#8221;</p>
<p>Melakukannya jelas terancam azab Allah di akhirat kelak dan bahkan di dunia pun sebenarnya masuk dalam perbuatan  yang dapat dijatuhi hukum hadd.</p>
<p>Hukuman bagi seseorang yang berzina dan ia bukanlah seorang yang telah menikah atau pernah menikah, maka ia mendapatkan hukuman berupa didera (cambuk) masing-masing seratus kali.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an Surah An-Nuur ayat  2:</p>
<p>&#8220;<em>Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman</em>. &#8220;</p>
<p>Sedangkan hukuman bagi orang berzina yang telah menikah atau pernah menikah maka ia mendapatkan tambahan hukuman berupa dirajam (dilempar batu hingga mati).</p>
<p>&#8220;<em>&#8230;dan laki-laki yang sudah pernah menikah (berzina) dengan perempuan yang sudah pernah menikah, adalah dicambuk seratus kali dan dirajam</em>.&#8221; (Hadits Riwayat Ahmad No. 15345, At-Tirmidzi No. 1354,   Abu Dawud No.3834).</p>
<p>Siapa yang berhak menghukum?</p>
<p>Yang perlu diingat adalah, hukuman hadd tersebut tidak boleh dilakukan oleh orang-perorangan tetapi harus dilakukan oleh pemimpin muslim  di suatu negeri (ulil amri) dimana sebelum dijatuhkan hukuman ada berbagai proses dan bukti yang harus tersedia  seperti adanya pengakuan atau adanya 4 orang saksi yang menyaksikan secara jelas terjadinya suatu perzinahan dan lain sebagainya yang tidak dapat dibahas secara singkat di sini.</p>
<p>Hukuman cambuk atau rajam (di dunia), tidaklah menghapuskan hukuman di akhirat kecuali adanya taubat sebelum ajal menjemputnya. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam ketika beliau menceritakan mimpi beliau ketika diajak dua orang (malaikat) melihat keadaan neraka, dimana beliau  melihat laki-laki dan wanita yang telanjang dibakar di dalam tungku api.  Ketika beliau bertanya kepada kedua orang yang mengajak beliau, maka keduanya menjelaskan:</p>
<p>&#8220;<em>&#8230;Dan orang-orang yang kamu lihat berada di dalam tungku api, mereka adalah para pezina.</em>&#8220;  (Hadits Riwayat Bukhari No. 1297)</p>
<p>Oleh karenanya, bila dalam suatu negeri tidak dijatuhkan hukum hadd terhadap pelaku zina, maka pelakunya harus bertobat dan menyesali perbuatannya serta banyak melakukan ibadah dan amal sholih  dan bukan justru sebaliknya kemudian merasa lepas dan semakin menjadi-jadi kemaksiatannya, karena lepas dari hukuman di dunia ia belum tentu bisa lepas dari hukuman di akhirat.  Ini adalah perkara yang benar-benar bergantung kepada kehendak Allah saja. Bila Allah mau, maka Allah akan  mengampuni dosa orang yang bertaubat dari zina.  Bila tidak, maka Allah lebih berhak untuk mengazabnya di akhirat kelak.</p>
<p><strong>Indahnya Pacaran Setelah Nikah</strong></p>
<p>Jangan terburu berpikiran bukan-bukan,  yang penulis maksudkan dengan pacaran setelah nikah adalah aktivitas dan bentuk-bentuk berkasih sayang, kemesraan  dan bercumbu rayu di antara pasangan suami istri yang sah. Sebelumnya mereka bertemu dalam suatu pertemuan yang terjaga dari fitnah karena sang calon suami nazhor (melihat) sang calon istri dengan didampingi oleh walinya, kemudian dilakukan khitbah (melamar) dan dilanjutkan dengan pernikahan.</p>
<p>Jadi bukan maksudnya setelah nikah kemudian pacaran lagi dengan orang  yang bukan suami atau istrinya, tetapi keindahan pacaran ini baru terjadi bila dilakukan oleh suami kepada istri dan sebaliknya.</p>
<p>Berduaan, saling memandang, bergandengan tangan serta mencium (tentu saja tidak di depan orang lain) seperti  yang lumrah dilakukan orang berpacaran akan menjadi indah dan menentramkan hati bila dilakukan di antara dua sejoli yang telah menjadi suami-istri.  Halal, bebas dosa bahkan berpahala pula sehingga menjadikan pacaran setelah nikah ini menjadi kenikmatan yang membekas di hati dan penuh barokah.</p>
<p>Dari Abu Dzar bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bertanya kepada beliau, &#8220;<em>Wahai Rosulullah, orang-orang kaya dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka shalat seperti kami shalat, puasa seperti kami puasa dan bersedekah dengan sisa harta mereka.&#8221; Maka beliau pun bersabda: &#8220;Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, amar ma&#8217;ruf nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan seorang dari kalian pun terdapat sedekah.&#8221; Mereka bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, jika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah akan mendapatkan pahala?&#8221; beliau menjawab: &#8220;Bagaimana sekiranya kalian meletakkannya pada sesuatu yang haram, bukankah kalian berdosa? Begitu pun sebaliknya, bila kalian meletakkannya pada tempat yang halal, maka kalian akan mendapatkan pahala</em>.&#8221;  (Hadits Riwayat Muslim No.1674)</p>
<p>Bukan sekedar omong kosong, bila banyak di antara pasangan suami istri yang menikah dengan didahului pacaran kemudian  setelah menikah justru terasa hambar pernikahannya, hilang pula kemesraannya.  Berbeda dengan orang yang baru menikah setelah itu mulai hidup dalam mawaddah cinta yang penuh gairah.  Suami atau istri yang menjadi pacar sejati inilah yang membuat suatu pernikahan layaknya pacaran seumur hidup tanpa terlilit dosa. Terbalik dengan kondisi orang yang berpacaran dulu baru menikah, maka hari-hari penuh kemesraan di masa pacaran dahulu mulai hilang ketika pernikahan dilakukan.</p>
<p>Memang begitulah yang dilakukan oleh syaitan, membisikkan rayuan-rayuan untuk bermesraan kepada pasangan yang belum menikah agar mereka terjerat dalam kasih sayang yang dibalut dengan syahwat liar penuh  dosa.  Sebaliknya ketika pasangan itu kemudian menikah, syaitan pun pergi dari keduanya dan membiarkan pasangan itu bosan dengan pernikahannya karena hampir semua hal menyenangkan dari pasangannya telah dia rasakan dari semenjak belum menikah.  Setelah itu datang kembali syaitan kepada mereka dengan bisikan untuk  kembali mencari kemesraan di luar pernikahan, sehingga terjadilah perselingkuhan itu, dijadikan oleh syaitan  wanita dan pria  yang bukan  haknya sebagai pasangan impian yang menarik hati bahkan membangkitkan syahwatnya. Na&#8217;udzubillahi min dzalik.</p>
<p>Semoga kita semua dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dan tidak lupa penulis menasihati bagi yang dahulu pernah pacaran sebelum menikah, bertaubatlah atas dosa-dosa yang pernah dilakukan di masa lalu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun.</p>
<p>Billahi tawfiq, wa shollatu wassalaamu &#8216;ala Nabiyinaa Muhammadin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=624&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/05/10/indahnya-pacaran-setelah-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/05/rambu-dilarang-pacaran-copy-copy.jpg?w=178" medium="image">
			<media:title type="html">Rambu Dilarang Pacaran copy copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukun berselimut teknologi</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/02/19/dukun-berselimut-teknologi/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/02/19/dukun-berselimut-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 03:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah Haq]]></category>
		<category><![CDATA[dukun]]></category>
		<category><![CDATA[Karomah]]></category>
		<category><![CDATA[klenik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[Jaman sekarang adalah jaman kemajuan teknologi.  Maka tidak mengherankan para dukun mistik pun (termasuk peramal, pengobat alternatif, pemijat/urut dan penasihat spiritual) berupaya menyelimuti praktek perdukunannya  dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perdukunan Gaya Modern Perdukunan dengan praktek tradisional berupa bau kemenyan, kembang tujuh rupa,  maupun keris bertuah  mulai ditinggalkan orang karena terkesan syirik banget, atau kuno [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=582&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/02/keris.jpg"><img class="size-medium wp-image-600 alignleft" title="keris" src="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/02/keris.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jaman sekarang adalah jaman kemajuan teknologi.  Maka tidak mengherankan para dukun mistik pun (termasuk peramal, pengobat alternatif, pemijat/urut dan penasihat spiritual) berupaya menyelimuti praktek perdukunannya  dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. </span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Perdukunan Gaya Modern</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Perdukunan dengan praktek tradisional berupa bau kemenyan, kembang tujuh rupa,  maupun keris bertuah  mulai ditinggalkan orang karena terkesan syirik banget, atau kuno banget. Para dukun menyadari bahwa saat ini semakin banyak masyarakat yang terdidik dengan baik dan mulai faham mengenai agama sedikit-sedikit.  Yang pertama kali dilakukan adalah dengan mengganti istilah. Dukun klenik berubah panggilan menjadi </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Paranormal</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. Bila ia dukun yang mengobati penyakit maka diganti menjadi </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ahli Pengobatan Alternatif</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.  Demikian pula dengan ritualnya.  Bila dulu si pasien harus menjalani ritual-ritual yang agak kuno seperti ‘kungkum’ (berendam) di sungai tertentu atau di sendang malam hari, atau ‘puasa mutih’ yang hanya makan nasi, atau ‘ngebleng’ dengan cara semedi tidak boleh melihat cahaya, atau ‘diruwat’ dengan memberi sajian kepada dewa Betara Kala untuk menghilangkan bencana, atau ‘menginjak mushaf al-Qur’an’  untuk mendapatkan kesaktian, atau malahan ‘ritual zina’ seperti di Gunung Kemukus yang biasanya untuk mencari kekayaan,  maka kini para dukun menghapus ritual-ritual ‘serem’ dan menggantinya dengan gaya hi-tech misalnya melalui SMS atau televisi sehingga terasa mudah.</span></span></p>
<p><span id="more-582"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Mereka yang ‘agak modern’ mulai membungkus ilmunya dengan sedikit teknologi untuk semakin memantapkan pengaruhnya, maka para dukun juga memberikan berbagai istilah atau sebutan terhadap kemampuannya dengan istilah canggih  seperti misalnya, keris yang di’isi’ untuk perlindungan si pemakai disebut sebagai benda yang mengandung ‘medan energi’ padahal benda tersebut pada hakikatnya isinya jin.  Mengobati jarak jauh dengan mengirim jin kepada si sakit diistilahkan dengan ‘transfer energi’.  Memasang ‘susuk’ yaitu  benda-benda kecil semacam jarum emas, inten kusuma atau lainnya di tubuh pasien agar ia tampak menarik dan berwibawa diistilahkan dengan  ‘membuka aura’ atau ‘membangkitkan energi positif’.    Menyihir orang untuk mempengaruhi pikiran dan pandangan si pasien dinamakan “Hypnotherapy” dan berbagai istilah lainnya.  Untuk menutupi aktifitas mereka dalam ‘pengisian’ tersebut, terkadang mereka seolah-olah melakukan pijatan atau urut yang sebenarnya sedang memindahkan  si ‘energi’ tadi ke tubuh si pasien.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Padahal orang yang mempunyai pengetahuan sedikit saja mesti tahu bahwa istilah-istilah tersebut dibuat-buat atau di pas-pasin. Contoh, istilah transfer energi dari si paranormal kepada si pasien.  Definisi energi yaitu: ‘Kemampuan untuk melakukan usaha/aksi’.   Lantas energi tubuh yang bagaimana yang bisa dikirim jarak jauh ke orang lain untuk mengobati atau mempengaruhinya? Bagaimana caranya seorang mentransfer energinya ke orang lain, kemudian si ‘energi’ masuk ke tubuh orang itu dan mencari sumber penyakit, mengobatinya dan sebagainya, sulit masuk diakal bukan? Oleh karenanya istilah-istilah berbau teknologi dalam masalah gaib memang sulit bisa dijelaskan  karena sudah di luar akal manusia.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Banyak juga yang tertipu dengan sebutan olah raga berupa senam pernafasan yang terkadang rawan disusupi ‘pengisian’ diri dengan istilah menarik energi yang ada di sekitar tempat latihan melalui konsentrasi pikiran hingga tercapai ‘hening’  alias kosong pikiran.  Tujuannya terkadang hanya untuk sehat, tetapi sering ada efek sampingnya berupa tenaga metafisik yang dapat menjatuhkan orang dari jarak jauh, mematahkan besi atau memukul lawan hingga semaput.  Dalam latihannya pun sering kita jumpai ritual-ritual yang bid’ah berupa membaca doa-doa, wirid atau dzikir Asma ul Husna sambil menarik napas dalam-dalam dan menahannya beberapa saat atau sambil melakukan gerakan-gerakan silat atau isyarat-isyarat yang banyak meniru dari agama Hindu atau Budha.  Jelas ritual ini bid’ah / tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam dan oleh karenanya hal itu menyalahi/menyelisihi tata cara ibadah yang disunnahkah/dicontohkan oleh beliau.</span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Merasa Mendapat Mukjizat, Karomah atau Indra Keenam</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Selain yang memperoleh ‘ilmu’ nya melalui tirakat atau usaha, maka ada juga orang-orang yang tiba-tiba saja mendapat ‘kemampuan lebih’ dari orang biasa.  Ada yang tiba-tiba bisa melihat makhluk ghaib, ada yang tiba-tiba bisa meramal atau mengobati orang sakit.  Mereka yang memperoleh itu merasa itu adalah anugrah yang diberikan oleh Tuhan.  Seperti seorang wanita peramal yang sering muncul di televisi, ia mengatakan bahwa ia mendapatkan ilmu meramal dari Tuhan. Padahal tidak demikian adanya, justru disinilah peran jin beraksi, memberikan sesuatu yang tidak diminta sehingga mereka merasa mendapat mukjizat dan sebagainya.  Masih berkaitan dengan pencampuran dunia gaib dan ilmu pengetahuan, ada anak yang bisa meramal atau lainnya diberi istilah keren, ‘anak indigo’. Ini dikaitkan dengan warna aura si anak yang tertangkap oleh kamera khusus (ditemukan oleh Prof. Kirlian dari Rusia) dimana warna ini (indigo yaitu biru menuju violet) dianggap warna aura yang jempolan. Professor itu menemukan kamera untuk melihat aura yaitu aktifitas listrik di sel-sel syaraf manusia yang sangat kecil sekali tegangannya. Dari aktifitas listrik itulah timbul warna-warna cahaya tertentu berkaitan dengan suasana hati, kondisi fisik, pikiran dan lainnya. Sampai di sini masih mungkin masuk di akal, tetapi menjadi tidak masuk akal ketika orang mencoba membalikkan hal itu yaitu merubah warna yang kelam menjadi warna yang dianggap aura jempolan alias menjadikan warna aura sesuai dengan keinginan agar diperoleh kemampuan tertentu. Ingin sakti atau ingin sehat maka warna auranya dirubah menjadi warna lain dengan cara-cara yang ujung-ujungnya mistik lagi-mistik lagi.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"> <span style="font-size:small;">Istilah keren lain bagi kemampuan supranatural adalah indra ke-enam  yang terletak pada cakra mata ketiga menurut istilah mereka yang hidup di dunia mistik.   Maaf bila boleh bicara terus terang, orang yang mempunyai &#8216;kelebihan&#8217; atau &#8216;orang pintar&#8217; sebenarnya adalah orang yang ketempelan jin.  Seharusnya orangtua yang mempunyai anak seperti ini prihatin dan berusaha menghilangkannya dengan membiasakan anak beribadah sesuai contoh dari Nabi, menghindari maksiat dan sebagainya, bukan sebaliknya justru di-explored / dilatih dan dikembangkan.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dalam dunia perdukunan, seorang dukun mempunyai makhluk gaib yang membantunya dalam melakukan prakteknya. Makhluk gaib itu tentunya jin, walaupun terkadang dialihkan istilahnya menjadi khodam (artinya &#8216;pembantu&#8217; &#8211; dalam bhs. Arab) yang katanya diperoleh dari ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur&#8217;an yang diamalkannya, atau bahkan ada yang tertipu dan yakin bahwa yang membantunya adalah Malaikat padahal kita ketahui Malaikat tidak akan menghamba kepada selain Allah.   Syetan dari jenis jin  memang mempunyai kemampuan untuk melakukan sihir dan merubah dirinya ke dalam bentuk yang memungkinkan  dapat dilihat oleh manusia, mengingat zatnya yang asli tidak mungkin kita lihat berdasarkan dalil yang syar&#8217;i.   Ketika merubah dirinya, si syetan ini bisa menampakkan diri kemudian mengaku-aku sebagai Malaikat.  Adapula yang mengaku memperoleh wangsit dari Nabi ketika bermimpi. Padahal telah datang dari Nabi </span></span><em>shallallaahu &#8216;alayhi wa sallam,</em><em><br />
</em></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu anhu, Rasulullaahu <em>shallallaahu &#8216;alayhi wa sallam</em> bersabda,  <em>&#8220;Barangsiapa melihatku dalam mimpinya, maka sungguh dia telah melihatku, karena sesungguhnya setan tidak mampu menyerupai diriku&#8221;. </em>(H.R. Imam Muslim)</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sejatinya, tidak ada orang yang lahir setelah Nabi wafat yang tahu seperti apa wajah Nabi karena beliau melarang manusia untuk menggambar makhluk bernyawa, yang berarti tidak pernah ada pula yang mempunyai gambar wajah Nabi <em>shallallaahu &#8216;alayhi wa sallam.</em> Hadits di atas menunjukkan sulitnya kita memastikan bahwa seseorang benar-benar didatangi oleh Nabi di dalam mimpinya. </span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pernah ada seorang teman yang mengatakan kepada penulis bahwa adiknya yang pengikut tarekat/sufi melakukan sholat tahajud tiap malam hingga 40 rakaat. Itu terjadi karena setiap kali ia selesai salam selalu muncul wajah ‘allah’  datang kepadanya, sehingga ia mengulangi sholat agar bisa melihat wajah itu kembali.  Secara syariat jelas ini adalah kebohongan besar atau mungkin saja karena ketidaktahuannya ia tertipu oleh syetan yang mengaku-aku tuhan.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Bayangkan, seorang Nabi mulia, Musa ‘</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">alayhissalaam</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> saja tidak diperkenankan melihat Allah di dunia ini bagaimana pula dengan manusia biasa.  Firman Allah yang mengkisahkan Nabi Musa ‘</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">alayhissalaam</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> tersebut dapat kita lihat pada surah Al-A’raf ayat 143:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu</span></span></em><strong></strong><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">“</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jadi siapa pula yang datang kepada si sufi tersebut? Tentunya jin lah yang datang karena memang wahyu dapat datang dari Allah dan juga bisa datang dari setan sebagaimana firman Allah:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Al-An’aam:112. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka mewahyukan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">“</span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Gaya ustadz</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Bagi masyarakat awam, maka dukun dengan gaya ustadz mempunyai tempat tersendiri karena dianggap sebagai kyai karomah, wali, atau peruqyah.  Mereka beranggapan para dukun itu mempunyai ‘ilmu putih’  yang katanya ilmunya itu ‘datang sendiri’  tanpa semedi, atau hasil dzikir / wirid ribuan kali dan puasa berhari-hari.  Inilah pemahaman yang menyesatkan karena orang yang datang kepadanya merasa datang ke tempat yang halal dan bersih dari noda-noda syirik padahal mereka sedang berbuat syirik tanpa sadar!</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ritual-ritual yang aneh-aneh diganti dengan ritual berupa membaca doa yang diantaranya menyebut nama-nama jin tertentu.  Tentu saja di pasien tidak tahu karena doanya bercampur antara bahasa Arab, bahasa jawa, melayu atau lainnya. Seringkali para dukun membaca Bismillah dengan keras, kemudian membaca al-Fatihah lalu setelahnya membaca secara perlahan-lahan (tidak terdengar) mantera-mantera yang berisi kesyirikan seperti permintaan tolong kepada jin atau orang sholeh yang telah mati seperti </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Syaikh Abdul Qodir Jilani</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> (yang mana jika beliau hidup tentu tidak akan rela namanya digunakan dalam ritual syirik tersebut). Pasien mengira ia sedang berdo’a kepada Allah padahal ia juga berdo’a kepada jin atau orang-orang sholeh yang sudah wafat. Padahal seseorang yang telah berada di alam kubur  tidak akan dapat berhubungan dengan orang-orang yang hidup di dunia.  Firman Allah di Surah Al-Mukminun ayat 100:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">..Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">“</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Juga Rasulullah </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Shollallahu ‘alayhi wa sallam</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> menjelaskan dalam sabda beliau: </span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">“.([HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Bila dengan do’a dirasa kurang cukup maka dengan juga melakukan puasa pada hari tertentu dengan tujuan tertentu yang tentunya jatuh dalam perbuatan bid’ah yang berarti tertolak.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Adapula membaca wirid dengan jumlah tertentu yang ditentukan oleh si dukun (tentu bersama jin-nya) yaitu  doa-doa permintaan kepada orang mati. Membaca sholawat nariyah sebanyak 4444 kali  atau membaca kasidah Burdah yang mana pembacanya tidak mengetahui bahwa di dalamnya terkandung doa kepada Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam seakan-akan beliau mempunyai sifat ketuhanan seperti berupa kemampuan memberi rejeki atau melepaskan seseorang dari bencana atau kesulitan yang mana hal tersebut adalah milik Allah ta’ala semata.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Salah satu contoh bacaan yang menyalahi akidah adalah dalam Sholawat Nariyah yaitu: “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">yang dengan-nya (yaitu dengan Muhammad Sholallaahu ‘alaihi wasallam)</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> segala ikatan (maksudnya kesulitan) menjadi lepas, segala kesedihan akan lenyap karenanya, dan dengannya segala cita-cita tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terpenuhi,” …. dan seterusnya.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Demikian pula dalam “kasidah burdah”  terdapat syair yang mempertuhankan Nabi yaitu salah satunya: “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Wahai makhluk termulia, aku tidak memiliki tempat berlindung kecuali engkau saat bahaya melanda.” </span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan masih banyak lagi lainnya.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jelas doa dan sholawat atau bertawasul dengan meminta pertolongan kepada Nabi – Shollaallaahu ‘alayhi wa sallam – setelah beliau wafat bertentangan dengan:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Yunus: 106. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan janganlah kamu berdoa kepada selain Allah yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”</span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jimat dan Rajah</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Termasuk usaha para syetan menipu pasien adalah menyuruh wali-wali mereka (dukun) memberi jimat kepada pasien berupa jimat yang bertuliskan Arab baik berupa ayat al-Qur’an ataupun berbentuk rajah dengan pola huruf, angka-angka yang sulit dicerna artinya.  Padahal jimat, apapun bentuknya, apapun isinya adalah syirik.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Parahnya, ada hadits-hadits palsu atau yang tidak ada asalnya yang beredar di masyarakat termasuk di kalangan kaum santri seperti contoh berikut:</span></span></p>
<p><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jikalau seseorang di antara kalian meyakini sebuah batu (sebagai jimat), niscaya ia akan bermanfaat</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hadits ini oleh Ibnu Taimiyyah – </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Rahimahullah</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> -  dinyatakan maudhu’ (palsu) dan oleh Ibnu Hajar al-Asqolani – </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Rahimahullah</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> – dinyatakan laa ashla lahu alias tidak ada asalnya / tidak ada sumbernya.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hadits palsu di atas bertentangan dengan hadits shahih sebagai berikut: Rasulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Barangsiapa menggantungkan jimat ia telah berbuat syirik.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">” (HR. Ahmad, Al-Hakim dan ABu Ya’la).</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ketika Rasulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam melihat seseorang yang menggunakan jimat penguat berupa gelang kuningan, maka beliau bersabda:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sesungguhnya benda itu tidak menambah melainkan kelemahanmu, tanggalkanlah ia, karena jika engkau mati sedangkan benda itu masih ada pada dirimu niscaya engkau tidak akan beruntung selamanya</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”  (HR. Ahmad).</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dengan melihat dalil-dalil di atas maka jelaslah keharamannya. Hanya saja memang beredar berbagai hadits palsu yang membuat sebagian umat Islam menganggap bolehnya perkara perdukunan ini, oleh karenanya kita harus benar-benar mencari tahu derajat keshahihan / kebenaran suatu hadits agar kita tidak terperdaya mengikuti sesuatu hadits karena meyakini pasti benar datang dari Rasulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam.</span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ramalan</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Demikian pula halnya dengan ramalan, termasuk pula ramalan bintang dan sebagainya.  Para peramal adalah wali setan karena mendapatkan informasi dari jin. Dalam satu hadits riwayat Bukhari yang cukup panjang, dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam pernah menjelaskan masalah ramalan yang terkadang benar.  Kejadiannya ialah apabila Allah memutuskan sesuatu perkara di langit, maka para malaikat tunduk mendengarkan firman Allah. Maka ketika para malaikat membicarakannya, para setan saling bertumpuk ke langit berusaha mencuri dengar pembicaraan tersebut. Terkadang belum sempat di dengar mereka dilempar dengan panah api. Kemudian setan menyampaikannya kepada setan di bawahnya terus hingga ke bawah dan sampai lah berita kebenaran yang ditambah dengan seratus kedustaan kepada para tukang sihir, dukun atau peramal.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hal ini sebagaimana juga dijelaskan oleh Rasulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Kalimat tersebut berasal dari kebenaran yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (dukun), kemudian ia menambahnya dengan seratus kedustaan</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”  (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Al-Jin: 8-9. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,      dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”</span></span></em></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Al-Jin: 26-27. </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.       Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sungguh mendatangi para dukun atau peramal (kecuali untuk mendakwahinya) sangat berat dosanya:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Rasulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal dan membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur atas apa yang diturunkan kepada Muhammad</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”  (HR. Al-Bazzar)</span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hukum Perdukunan</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Allah ta’ala telah menetapkan hukum-hukum mengenai perdukunan ini. Pada hakikatnya, datangnya kemampuan para dukun adalah atas perjanjian mereka dengan syetan dari jenis jin  untuk membuat manusia jatuh ke dalam kesyirikan – dosa besar yang paling besar dan dosa yang tidak diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’ala apabila pelakunya menyadari dan tidak sempat bertobat dari perbuatannya.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. An-Nisaa’:48. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.”</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. An-Nisaa’:116. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">“</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Al-Jin:6. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan</span></span></em><strong></strong><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. “</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Bahkan tidak hanya itu, bila seseorang berbuat syirik, maka seluruh amalnya menjadi hapus sebagaimana telah disampaikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala :</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Az-Zumar: 65. “</span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.</span></span></em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">“</span></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Penutup</span></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sayangnya masih banyak buku-buku sihir ber-cover kitab ajaran Islam bertebaran dijual di pinggir jalan seperti Kitab Mujarobat, Kitab Syamsul Ma’arif, Kitab Mamba’ul Hikmah dan lainnya yang isinya berupa tata cara membuat rajah atau jimat, baik untuk pelet/pengasihan, pengobatan atau kanuragan berupa kekebalan dan sebagainya. Kondisi ini makin parah dengan banyaknya orang mengamalkan isi buku-buku tersebut bahkan orang-orang yang dipanggil ustadz atau pak Kyai oleh masyarakatnya. Banyak orang yang terkena syubhat dengan mempercayai perkataan para dukun atau orang-orang jahil berupa keyakinan bahwa ke paranormal seperti orang pergi ke dokter yaitu merupakan washilah atau usaha dalam mencapai tujuan seperti mencari rizqi, kesembuhan, mencari pasangan hidup. Bahkan ada juga anggapan bahwa memelet istri atau suami dengan tujuan agar ia tidak selingkuh diperbolehkan demi kelanggengan kehidupan rumah tangga. Jelas ini salah kaprah. Tujuannya baik tetapi caranya tidak benar!</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Para dukun pun berani mengatakan “ini bebas dari syirik!”  Mereka meyakinkan pasiennya dengan mengatakan bila niatnya baik dan kemudian  tercapai maka itu tanda adanya ijin dari Allah ta’ala.  Ini benar, tetapi patut diketahui bahwa ijin dari Allah tidak berarti Allah telah meridhoi perbuatannya.  Misalnya ada seseorang yang berobat ke paranormal kemudian ia sembuh, maka ia sebenarnya diijinkan untuk sembuh tetapi tentunya dengan kemurkaan-Nya.  Dan itupun biasanya sembari diiringi dengan penundaan azab di dunia hingga satu saat yang Allah tentukan untuk mencabut kesenangannya secara tiba-tiba.  Ini berlaku juga untuk keinginan manusia yang lain dalam rangka mendapat kesenangan di dunia namun dengan cara maksiat atau masih melakukan maksiat. Seorang koruptor tentunya akan berhasil hidup kaya raya dan juga dihormati oleh orang di sekelilingnya karena kekayaannya itu  – hingga suatu saat datang azab Allah secara tiba-tiba pada puncak kejayaannya dan terkaget-kagetlah pelaku maksiat tersebut.  Inilah yang disebut dengan “ISTIDRAJ”.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dalam Hadits Riwayat Imam Ahmad, Rasulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“</span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jika engkau melihat Allah memberikan kesenangan dunia kepada seorang hamba padahal dia tetap dalam kemaksiatan, maka sesungguhnya itu adalah ‘istidraj’. Kemudian Rasulullaah melanjutkan dengan membaca, “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. “(</span></span></em><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Al-An-am: 44)</span></span></em><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.</span></span></em></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">QS. Al-A’raf: 182. </span></span><em><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. </span></span></em></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jadi jangan heran bila orang kafir, orang musyrik, orang yang memakan hasil riba, pezina dan pelaku maksiat lainnya bisa bersenang-senang hidup di dunia karena itulah istidraj dimana suatu saat Allah akan mencabutnya secara tiba-tiba  di dunia atau mengazabnya di akhirat kelak bila ia tidak sempat bertobat saat umurnya dicabut. </span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> Allaahu ta’ala a’lam, dan hanya kepada Allah ta’ala kita mohon perlindungan.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/582/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=582&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2011/02/19/dukun-berselimut-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ibnuaq.files.wordpress.com/2011/02/keris.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">keris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memperingati Hari Raya (Umat Lain)</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/12/24/memperingati-hari-raya-umat-lain/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/12/24/memperingati-hari-raya-umat-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 14:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan ini umat nasrani menjalankan aktvitas keagamaan dengan lebih intensif lagi.  Bukan apa-apa memang pada bulan Desember umat nasrani memperingati hari lahirnya ’Isa Al-Masih’ atau yang lebih dikenal dengan Yesus Kristus yaitu setiap tanggal 25 Desember  yaitu Christmas Day atau Hari Natal.  Sebagai kelanjutannya, juga mereka melakukan ibadah malam serupa untuk menyambut datangnya tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=572&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bulan ini umat nasrani menjalankan aktvitas keagamaan dengan lebih intensif lagi.  Bukan apa-apa memang pada bulan Desember umat nasrani memperingati hari lahirnya ’Isa Al-Masih’ atau yang lebih dikenal dengan Yesus Kristus yaitu setiap tanggal 25 Desember  yaitu Christmas Day atau Hari Natal.  Sebagai kelanjutannya, juga mereka melakukan ibadah malam serupa untuk menyambut datangnya tahun baru masehi.<span id="more-572"></span></p>
<p>Pada waktu-waktu ini, mereka bersama anak-anak mereka memancangkan pohon terang di rumah mereka yaitu pohon cemara baik asli maupun imitasi  yang mereka lengkapi dengan lampu warna-warni, bunga-bungaan kertas berwarna keemasan, dll.  sehingga menambah semaraknya nuansa keagamaan mereka  saat memperingati hari kelahiran tersebut.</p>
<p>Tidak lupa, anak-anak diminta menggantungkan kaus kaki di berbagai tempat agar ketika Santa Claus (Sinterklas, tokoh imajinasi)  datang membawa hadiah, ia dapat menaruhnya di situ.  Padahal hadiah datang dari orangtua masing-masing. Cukup ironis ketika perayaan agama dilakukan sambil &#8216;menipu&#8217; anak-anak mereka.</p>
<p>Pada hari-hari itu terkadang ada saudara-saudara kita kaum Muslimin yang secara sadar turut memperingatinya entah dengan datang ke acara natal bersama, berkunjung ke tetangga yang merayakan, atau hanya sekedar mengucapkan selamat natal  dengan pesan singkat/sms.</p>
<p>Kontroversi</p>
<p>Mengenai siapakah sebenarnya Yesus (nama Isa dalam bahasa Yunani) sebenarnya telah memecah umat ini menjadi  2 kelompok yaitu penganut Unitarian (percaya 1 Tuhan dan Yesus sebagai utusan Allah) serta penganut Trinitas (percaya 3 Tuhan dan Yesus salah satunya).  Sebenarnya, penetapan secara resmi Yesus sebagai ‘tuhan’ barulah ditentukan pada tahun 325 M  saat Konsili Nicaea dan didukung kaisar Romawi yang Paganis yaitu  menyembah banyak dewa (Polytheist). Padahal sebelumnya banyak  pemuka agama nasrani  seperti a.l. Iranaeus, Tertulien, Origen, Diodorus, Lucius, Arius tidak pernah meyakininya sebagai Tuhan sesuai yang tercantum di dalam kitab suci mereka. Akhirnya mereka pun menjadi korban ‘pengucilan’ oleh kelompok lainnya.</p>
<p>Kewajiban Menjaga Aqidah</p>
<p>Sudah menjadi pengetahuan sebagian besar umat nasrani  bahwa Yesus  lahir pada tanggal 25 Desember.  Bulan dimana wilayah Palestina, tempat kelahiran Yesus, masih diselimuti dingin yang sangat menusuk, bahkan beberapa wilayah diliputi salju yang membeku.  Sudah menjadi keputusan  gereja pula bahwa Yesus adalah salah satu dari 3 oknum ‘Tuhan’ (Trinitas) yang mereka imani  yaitu Bapa, Anak dan Roh kudus.  Oleh karenanya wajar saja mereka memperingati hari kelahiran itu.   Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa peringatan tersebut sangat penting dalam keimanan umat nasrani.</p>
<p>Sebagai umat Nabi Muhammad Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam, maka  kaum Muslimin mempunyai acuan dalam masalah keimanan.   Ini menjadi pagar aqidah agar kita tidak terperosok pada jurang kemurtadan yang mungkin saja tanpa pagar itu  kita hampiri dan kita dekati jurang itu.</p>
<p>QS. Al-Ikhlas (112) : 1. <em>Katakanlah: &#8220;Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.&#8221;</em></p>
<p>Demikianlah Allah Sub-hanahu wa ta&#8217;ala  berfirman dalam Al-Qur’an, maka tidaklah pantas seorang Islam yang mengaku beriman mengakui pula adanya Tuhan selain Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala.</p>
<p>Ayat tersebut menunjukkan kewajiban untuk meng-esa-kan Allah atau dalam syariat disebut tauhid yang berasal dari kata “ wahhida – yuwahhidu – tawhid”.</p>
<p>Mengesakan ini tentunya berupa pengkhususan hanya kepada Allah jalla wa a&#8217;laa yaitu dalam hal:</p>
<ol>1. Tauhid Rububiyah, merupakan 	mentauhidkan segala apa yang dikerjakan oleh Allah, seperti antara 	lain meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menghidupkan, 	mematikan, memberi rizki dan penguasa alam semesta.</ol>
<ol>2. Tauhid Uluhiyah, merupakan 	pentauhidan atas apa yang dikerjakan oleh manusia/hamba berupa 	taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah, berdoa, shalat, rasa takut 	(khauf), berharap (roja&#8217;), cinta (mahabbah), menyembelih qurban 	(dzabh), meminta pertolongan, perlindungan dan sebagainya.&nbsp;</p>
<p>3. Tauhid Asma wa Shifat, berupa 	penetapan atas apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan untuk 	diri-Nya, baik berupa Nama-Nama maupun Sifat-Sifat Allah sebagaimana 	tercantum dalam Al-Qur&#8217;an dan as Sunnah (hadits). Menetapkan apa 	adanya tanpa di takwil (menyimpangkan dari arti sebenarnya), ta&#8217;thil 	(mengingkari sebagian atau keseluruhan Sifat Allah), Takyif 	(menerangkan tentang sifatNya tanpa dalil) dan tamsil (menyerupakan 	dengan makhluk).</ol>
<p>Jadi tidaklah sempurna akidah seseorang bila tidak mentauhidkan semurni-murninya.  Hal ini sebagaimana terjadi di jaman jahiliyah ketika orang Arab kala itu bertauhid rububiyah namun secara uluhiyah mereka juga beribadah kepada berhala-berhala. Tidak ada bedanya dengan orang-orang masa kini yang mengaku bahwa Allah adalah esa namun masih percaya adanya kekuatan dari jin, batu, pohon dsb.</p>
<p>QS. Al-Kahfi (18): 110:  “<em>..Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.&#8221; Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.&#8221;</em></p>
<p>Nabi Isa &#8216;alayhissalaam</p>
<p>Sedangkan mengenai Isa alayhissalaam, beliau adalah seorang Nabi yang harus kita hormati, beliau merupakan salah satu Nabi yang memperoleh mukjizat besar yaitu proses penciptaannya tanpa  didahului oleh adanya suatu proses alamiah, yaitu perkawinan. Ia dilahirkan oleh ibunya yaitu wanita suci yang sholihah, Maryam Radhiyallaahu anha,   Sebagaimana kisahnya difirmankan dalam Al-Qur’an:</p>
<p>QS. Maryam (19): 20-21. <em>Maryam berkata: &#8220;Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!&#8221;  Jibril berkata: &#8220;Demikianlah&#8221;. Tuhanmu berfirman: &#8220;Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan&#8221;.</em></p>
<p>Bahkan kenabiannya pun dikatakannya sendiri  ketika  Maryam mempersilahkan kaumnya bertanya langsung kepada bayinya yang masih dalam buaian dan belum dapat berbicara.</p>
<p>QS. Maryam (19): 30. <em>Berkata Isa: &#8220;Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”</em></p>
<p>Bahkan Allah katakan pula kepada orang-orang yang percaya kepada konsep Trinitas,</p>
<p>QS. An-Nisaa&#8217; (4):157.  “.<em>.maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: &#8220;(Tuhan itu) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.&#8221;</em></p>
<p>Maka inilah pagar keimanan seorang Muslim dalam menanggapi hari raya umat Kristiani, yaitu tidak pernah ada sedikitpun terbetik  dalam hati maupun ucapan darinya yang menyekutukan Allah, Tuhan yang sesungguhNya pantas disembah, tidak mempunyai anak dan tidak pula diperanak-kan. Maha Suci Allah dari yang demikian.</p>
<p>Masalah Peringatan Kelahiran</p>
<p>Kelahiran Yesus tidaklah tercatat dengan jelas. Bahkan kitab suci yang mereka yakini pun mencatat berbeda dengan yang diyakini kaum Kristiani sendiri yaitu 25 Desember. Malahan, ada juga umat Kristiani yang memperingati natal pada tanggal 6 Januari.  Bahkan para ahli astronomi juga menemukan bahwa tahun kelahiran Yesus yang ditandai adanya bintang terang tidak tercatat dengan benar. Bintang terang yang terjadi karena sejajarnya posisi planet Jupiter dan Saturnus  merupakan siklus 2000 tahunan dan terlihat kembali pada 15 September tahun 1993.  Jadi darimana umat nasrani mengenal Natal?</p>
<p>Adalah Herbert W. Armstrong, seorang Pastur Worldwide Church of God dari Amerika Serikat yang dengan cerdas meneliti dan menuliskannya dalam bukunya “The Plain Truth of Christmas”.    Dalam bukunya tersebut dengan jujur ia menyatakan bahwa peringatan Natal diadaptasi dari kaum paganis Romawi, penyembah banyak dewa.  Dan bagi kita umat Islam, bila Yesus atau Isa alayhissalaam memang diketahui tanggal kelahirannya, maka Nabi Muhammad Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam tidak pernah mengajarkan untuk memperingatinya sebagaimana tidak pula terhadap hari lahir dirinya.  Lantas untuk apa kita meniru-niru? Rasululloh Shollallaahu &#8216;alayhi wa sallam sendiri telah bersabda:</p>
<p><em>“Siapa yang meniru suatu kaum maka ia termasuk kaum itu.”</em> (HR. Ahmad No.4868, Shahih)</p>
<p>Jadi bila ada umat Islam yang ikut-ikutan mengucapkan “Selamat” Hari Natal, maka selain tidak berdasar, hal tersebut jelas bertentangan dengan aqidah kita karena langsung maupun tidak langsung berarti kita mengakui dan ridho untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu lainnya. Setidaknya membiarkan orang lain tambah mantap dalam kesesatannya.  Na’udzubillaahi min dzalik.  Semoga Allah mengampuni ketidaktahuan kita yang telah lalu dan semoga petunjuk Allah bagi kita semua.</p>
<p>Wallahu a’lam bishshowab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=572&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/12/24/memperingati-hari-raya-umat-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Shalat ‘Ied Jatuh pada Hari Jum’at</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/09/06/bila-shalat-%e2%80%98ied-jatuh-pada-hari-jum%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/09/06/bila-shalat-%e2%80%98ied-jatuh-pada-hari-jum%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 02:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Muslim.or.id Apabila hari raya Idul Fithri atau Idul Adha bertepatan dengan hari Jum’at, apakah shalat Jum’at menjadi gugur karena telah melaksanakan shalat ‘ied? Untuk masalah ini para ulama memiliki dua pendapat. Pendapat Pertama: Orang yang melaksanakan shalat ‘ied tetap wajib melaksanakan shalat Jum’at. Inilah pendapat kebanyakan pakar fikih. Akan tetapi ulama Syafi’iyah menggugurkan kewajiban ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=566&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Muslim.or.id</p>
<p dir="ltr">Apabila hari raya Idul Fithri atau Idul Adha bertepatan   dengan hari Jum’at, apakah shalat Jum’at menjadi gugur karena telah   melaksanakan shalat ‘ied? Untuk masalah ini para ulama memiliki dua   pendapat.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pendapat Pertama</strong>: Orang yang melaksanakan shalat ‘ied <strong>tetap  wajib </strong>melaksanakan shalat Jum’at.</p>
<p dir="ltr">Inilah pendapat kebanyakan pakar fikih. Akan tetapi ulama  Syafi’iyah menggugurkan kewajiban ini bagi orang yang <em>nomaden </em>(<em>al  bawadiy</em>). Dalil dari pendapat ini adalah:<span id="more-566"></span></p>
<p dir="ltr">Pertama:  Keumuman firman Allah Ta’ala,</p>
<p dir="ltr">يَا أَيُّهَا  الَّذِينَ آمَنُوا  إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ  فَاسْعَوْا إِلَى  ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ</p>
<p dir="ltr">“<em>Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk   menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada   mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli</em>.” (QS. Al Jumu’ah: 9)</p>
<p dir="ltr">Kedua:  Dalil yang menunjukkan wajibnya shalat Jum’at. Di antara sabda Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="ltr">مَنْ تَرَكَ  ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ</p>
<p dir="ltr">“Barangsiapa meninggalkan tiga shalat Jum’at, maka Allah  akan mengunci pintu hatinya.”<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn2">[2]</a> Ancaman keras seperti ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at itu wajib.</p>
<p dir="ltr">Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p dir="ltr">الْجُمُعَةُ  حَقٌّ وَاجِبٌ  عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً  عَبْدٌ مَمْلُوكٌ  أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ</p>
<p dir="ltr">“<em>Shalat Jum’at merupakan suatu kewajiban bagi setiap   muslim dengan berjama’ah kecuali empat golongan: [1] budak, [2] wanita,   [3] anak kecil, dan [4] orang yang sakit.</em>”<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn3">[3]</a></p>
<p dir="ltr">Ketiga:  Karena shalat Jum’at dan shalat ‘ied adalah dua  shalat yang sama-sama  wajib (sebagian ulama berpendapat bahwa shalat  ‘ied itu wajib), maka  shalat Jum’at dan shalat ‘ied tidak bisa  menggugurkan satu dan lainnya  sebagaimana shalat Zhuhur dan shalat  ‘Ied.</p>
<p dir="ltr">Keempat:  Keringanan meninggalkan shalat Jum’at bagi yang telah melaksanakan  shalat ‘ied adalah khusus untuk <em>ahlul bawadiy</em> (orang yang  nomaden seperti suku Badui). Dalilnya adalah,</p>
<p dir="ltr">قَالَ أَبُو  عُبَيْدٍ ثُمَّ  شَهِدْتُ مَعَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَكَانَ ذَلِكَ  يَوْمَ الْجُمُعَةِ  ، فَصَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ  يَا أَيُّهَا  النَّاسُ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ قَدِ اجْتَمَعَ لَكُمْ فِيهِ  عِيدَانِ ،  فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْتَظِرَ الْجُمُعَةَ مِنْ أَهْلِ  الْعَوَالِى  فَلْيَنْتَظِرْ ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ فَقَدْ  أَذِنْتُ لَهُ</p>
<p dir="ltr">“Abu ‘Ubaid berkata bahwa beliau pernah bersama ‘Utsman bin   ‘Affan dan hari tersebut adalah hari Jum’at. Kemudian beliau shalat   ‘ied sebelum khutbah. Lalu beliau berkhutbah dan berkata, “Wahai   sekalian manusia. Sesungguhnya ini adalah hari di mana terkumpul dua   hari raya (dua hari ‘ied). Siapa saja dari yang nomaden (tidak menetap)   ingin menunggu shalat Jum’at, maka silakan. Namun siapa saja yang ingin   pulang, maka silakan dan telah kuizinkan.”<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn4">[4]</a></p>
<p dir="ltr"><strong>Pendapat Kedua</strong>:  Bagi orang yang telah menghadiri  shalat ‘Ied boleh tidak menghadiri  shalat Jum’at. Namun imam masjid  dianjurkan untuk tetap melaksanakan  shalat Jum’at agar orang-orang yang  punya keinginan menunaikan shalat  Jum’at bisa hadir, begitu pula orang  yang tidak shalat ‘ied bisa turut  hadir.</p>
<p dir="ltr">Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali. Dan   pendapat ini terdapat riwayat dari ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Ibnu ‘Umar,   Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Az Zubair. Dalil dari pendapat ini adalah:</p>
<p dir="ltr">Pertama:  Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy,  ia berkata, “Aku  pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia  bertanya pada Zaid bin  Arqom,</p>
<p dir="rtl">أَشَهِدْتَ  مَعَ رَسُولِ  اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى  يَوْمٍ قَالَ  نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ  رَخَّصَ فِى  الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ  ».</p>
<p dir="ltr">“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em> bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau  Idul Adha bertemu  dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab  Zaid. Kemudian  Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika  itu?” “Beliau  melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk  meninggalkan  shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka  silakan.”<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn5">[5]</a></p>
<p dir="ltr">Asy Syaukani dalam <em>As Sailul Jaror</em> (1/304)   mengatakan bahwa hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat). An Nawawi  dalam <em>Al Majmu’</em> (4/492) mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>jayyid</em> (antara shahih dan hasan, pen). ‘Abdul Haq Asy Syubaili dalam <em>Al  Ahkam Ash Shugro</em> (321) mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>shahih</em>.  ‘Ali Al Madini dalam <em>Al Istidzkar</em> (2/373) mengatakan bahwa  sanad hadits ini <em>jayyid </em>(antara shahih dan hasan, pen). Syaikh  Al Albani dalam <em>Al Ajwibah An Nafi’ah</em> (49) mengatakan bahwa  hadits ini <em>shahih</em>.<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn6">[6]</a> Intinya, hadits ini bisa digunakan sebagai hujjah atau dalil.</p>
<p dir="ltr">Kedua:  Dari ‘Atho’, ia berkata, “Ibnu Az Zubair ketika  hari ‘ied yang jatuh  pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami  di awal siang. Kemudian  ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az Zubair  tidak keluar, beliau  hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas  berada di Thoif. Ketika  Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan  kelakuan Ibnu Az Zubair pada  Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan,  “Ia adalah orang yang  menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [<em>ashobas sunnah</em>].”<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn7">[7]</a> Jika sahabat mengatakan <em>ashobas sunnah</em>(menjalankan sunnah),  itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi.</p>
<p dir="ltr">Diceritakan pula bahwa ‘Umar bin Al Khottob melakukan   seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu ‘Umar   tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula ‘Ali bin Abi   Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ‘ied   maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum’at. Dan tidak diketahui ada   pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini.<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn8">[8]</a></p>
<p dir="ltr"><strong>Kesimpulan: </strong></p>
<ul>
<li>Boleh bagi orang yang telah mengerjakan  shalat ‘ied untuk tidak  menghadiri shalat Jum’at sebagaimana  berbagai riwayat pendukung dari  para sahabat dan tidak diketahui ada  sahabat lain yang menyelisihi  pendapat ini.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pendapat kedua yang menyatakan boleh bagi orang yang telah   mengerjakan shalat ‘ied tidak menghadiri shalat Jum’at, ini bisa   dihukumi marfu’ (perkataan Nabi) karena dikatakan “<em>ashobas sunnah </em>(ia   telah mengikuti ajaran Nabi)”. Perkataan semacam ini dihukumi marfu’   (sama dengan perkataan Nabi), sehingga pendapat kedua dinilai lebih   tepat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengatakan bahwa riwayat yang menjelaskan pemberian keringanan tidak  shalat jum’at adalah khusus untuk orang yang <em>nomaden </em>seperti   orang badui (yang tidak dihukumi wajib shalat Jum’at), maka ini adalah   terlalu memaksa-maksakan dalil. Lantas apa faedahnya ‘Utsman  mengatakan,  “<em>Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah  kuizinkan</em>”? Begitu pula Ibnu Az Zubair bukanlah orang yang <em>nomaden</em>,  namun ia mengambil keringanan tidak shalat Jum’at, termasuk pula ‘Umar  bin Khottob yang melakukan hal yang sama.</li>
</ul>
<ul>
<li>Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at   supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat   ‘ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah anjuran untuk  membaca  surat Al A’laa dan Al Ghosiyah jika hari ‘ied bertemu dengan  hari  Jum’at pada shalat ‘ied dan shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin  Basyir,  Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</li>
</ul>
<p dir="ltr">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله  عليه وسلم-  يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ  اسْمَ رَبِّكَ  الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ  وَإِذَا  اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ  بِهِمَا  أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.</p>
<p dir="ltr">“Rasulullah <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em> biasa membaca dalam dua ‘ied yaitu shalat Jum’at “<em>sabbihisma  robbikal a’la” </em>dan<em> “hal ataka haditsul ghosiyah”</em>.”  An  Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied  bertepatan  dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di  masing-masing  shalat.<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn9">[9]</a></p>
<p dir="ltr">Hadits ini juga menunjukkan  dianjurkannya membaca surat Al  A’laa dan Al Ghosiyah ketika hari ‘ied  bertetapan dengan hari Jum’at  dan dibaca di masing-masing shalat (shalat  ‘ied dan shalat Jum’at).</p>
<ul>
<li>Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri   shalat ‘ied, maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur   sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum. Hadits tersebut   menjelaskan bahwa bagi yang tidak menghadiri shalat Jum’at, maka sebagai   gantinya, ia menunaikan shalat Zhuhur (4 raka’at).<a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftn10">[10]</a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum   muslimin.  Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan   menjadi sempurna.</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Diselesaikan di Panggang, Gunung Kidul, 28 Dzulqo’dah 1430   H.</p>
<p dir="ltr">Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p dir="ltr">Artikel www.muslim.or.id</p>
<p dir="ltr">
<hr />
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref1">[1]</a> Pembahasan kali ini kami olah dari <em>Shahih Fiqih Sunnah</em>, Syaikh  Abu Malik, 1/594-596, Al Maktabah At Taufiqiyah.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref2">[2]</a> HR. Abu Daud no. 1052, dari Abul Ja’di Adh Dhomri. Syaikh Al Albani  mengatakan bahwa hadits ini <em>hasan shahih</em>.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref3">[3]</a> HR. Abu Daud no. 1067, dari Thariq bin Syihab. Syaikh Al Albani  mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref4">[4]</a> HR. Bukhari no. 5572.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref5">[5]</a> HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref6">[6]</a> Dinukil dari <a href="http://dorar.net/">http://dorar.net</a></p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref7">[7]</a> HR. Abu Daud no. 1071. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih.</em></p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref8">[8]</a> Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, Syaikh Abu Malik, 1/596, Al Maktabah  At Taufiqiyah.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref9">[9]</a> HR. Muslim no. 878.</p>
<p><a href="http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2789-bila-hari-ied-jatuh-pada-hari-jumat.html#_ftnref10">[10]</a> Lihat <em>Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’</em>,  8/182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi’ Al Ifta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=566&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/09/06/bila-shalat-%e2%80%98ied-jatuh-pada-hari-jum%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takbiran Hari Raya</title>
		<link>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/09/01/takbiran-hari-raya/</link>
		<comments>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/09/01/takbiran-hari-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 22:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnuaq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnuaq.wordpress.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Muslim.or.id Waktu Mulai &#38; Berakhir Takbiran a. Takbiran Idul Fitri Takbiran pada saat idul fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai shalat ‘id. Hal ini berdasarkan dalil berikut: 1. Allah berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Qs. Al Baqarah: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=564&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muslim.or.id</p>
<p>Waktu Mulai &amp; Berakhir Takbiran</p>
<p>a. Takbiran Idul Fitri</p>
<p>Takbiran pada saat idul fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai shalat ‘id.</p>
<p>Hal ini berdasarkan dalil berikut:</p>
<p>1. Allah berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Qs. Al Baqarah: 185)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahwasanya ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadlan maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir.<span id="more-564"></span></p>
<p>2. Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5621)</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>1. Takbiran idul fitri dilakukan dimana saja dan kapan saja. Artinya tidak harus di masjid.</p>
<p>2. Sangat dianjurkan untuk memeperbanyak takbir ketika menuju lapangan. Karena ini merupakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Berikut diantara dalilnya:</p>
<p>* Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf)<br />
* Dari Nafi: “Dulu Ibn Umar bertakbir pada hari id (ketika keluar rumah) sampai beliau tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.” (HR. Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)<br />
* Dari Muhammad bin Ibrahim (seorang tabi’in), beliau mengatakan: “Dulu Abu Qotadah berangkat menuju lapangan pada hari raya kemudian bertakbir. Beliau terus bertakbir sampai tiba di lapangan.” (Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)</p>
<p>b. Takbiran Idul Adha</p>
<p>Takbiran Idul Adha ada dua:</p>
<p>1. Takbiran yang tidak terikat waktu (Takbiran Mutlak)</p>
<p>Takbiran hari raya yang tidak terikat waktu adalah takbiran yang dilakukan kapan saja, dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan.</p>
<p>Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst. Dalilnya adalah:</p>
<p>a. Allah berfirman, yang artinya: “…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (Qs. Al Hajj: 28)</p>
<p>Allah juga berfirman, yang artinya: “….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (Qs. Al Baqarah: 203)</p>
<p>Tafsirnya:</p>
<p>* Yang dimaksud berdzikir pada dua ayat di atas adalah melakukan takbiran<br />
* Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: “Yang dimaksud ‘hari yang telah ditentukan’ adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ‘beberapa hari yang berbilang’ adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.” (Al Bukhari secara Mua’alaq, sebelum hadis no.969)<br />
* Dari Sa’id bin Jubair dari Ibn Abbas, bahwa maksud “hari yang telah ditentukan” adalah tanggal 1 – 9 Dzulhijjah, sedangkan makna “beberapa hari yang berbilang” adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. (Disebutkan oleh Ibn Hajar dalam Fathul Bari 2/458, kata Ibn Mardawaih: Sanadnya shahih)</p>
<p>b. Hadis dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad &amp; Sanadnya dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)</p>
<p>c. Imam Al Bukhari mengatakan: “Dulu Ibn Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Mereka berdua mengucapkan takbiran kemudian masyarakat bertakbir disebabkan mendengar takbir mereka berdua.” (HR. Al Bukhari sebelum hadis no.969)</p>
<p>d. Disebutkan Imam Bukhari: “Umar bin Khatab pernah bertakbir di kemahnya ketika di Mina dan didengar oleh orang yang berada di masjid. Akhirnya mereka semua bertakbir dan masyarakat yang di pasar-pun ikut bertakbir. Sehingga Mina guncang dengan takbiran.” (HR. Al Bukhari sebelum hadis no.970)</p>
<p>e. Disebutkan oleh Ibn Hajar bahwa Ad Daruqutni meriwayatkan: “Dulu Abu Ja’far Al Baqir (cucu Ali bin Abi Thalib) bertakbir setiap selesai shalat sunnah di Mina.” (Fathul Bari 3/389)</p>
<p>2. Takbiran yang terikat waktu</p>
<p>Takbiran yang terikat waktu adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut dalil-dalilnya:</p>
<p>a. Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dluhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah &amp; Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Al Albani)</p>
<p>b. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah &amp; Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: “Shahih dari Ali radhiyallahu ‘anhu“)</p>
<p>c. Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah). (HR Ibn Abi Syaibah &amp; Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: Sanadnya shahih)</p>
<p>d. Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Al Hakim dan dishahihkan An Nawawi dalam Al Majmu’)</p>
<p>Lafadz Takbir</p>
<p>Tidak terdapat riwayat lafadz takbir tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya saja ada beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir. Diantara riwayat tersebut adalah:</p>
<p>Pertama, Takbir Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir:</p>
<p>أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ<br />
ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Keterangan:<br />
Lafadz: “Allahu Akbar” pada takbir Ibn Mas’ud boleh dibaca dua kali atau tiga kali. Semuanya diriwayatkan Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf.</p>
<p>Kedua, Takbir Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma:</p>
<p>اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ<br />
اللَّهُ أَكْبَرُ، عَلَى مَا هَدَانَا</p>
<p>Keterangan:<br />
Takbir Ibn Abbas diriwayatkan oleh Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Syaikh Al Albani.</p>
<p>Ketiga, Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu:</p>
<p>اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا</p>
<p>Keterangan: Ibn Hajar mengatakan: Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Al Mushanaf dengan sanad shahih dari Salman.</p>
<p>Catatan Penting</p>
<p>As Shan’ani mengatakan: “Penjelasan tentang lafadz takbir sangat banyak dari berberapa ulama. Ini menunjukkan bahwa perintah bentuk takbir cukup longgar. Disamping ayat yang memerintahkan takbir juga menuntut demikian.”</p>
<p>Maksud perkataan As Shan’ani adalah bahwa lafadz takbir itu longgar, tidak hanya satu atau dua lafadz. Orang boleh milih mana saja yang dia suka. Bahkan sebagian ulama mengucapkan lafadz takbir yang tidak ada keterangan dalam riwayat hadis. Allahu A’lam.</p>
<p>Kebiasaan yang Salah Ketika Takbiran</p>
<p>Ada beberapa kebiasaan yang salah ketika melakukan takbiran di hari raya, diantaranya:</p>
<p>a. Takbir berjamaah di masjid atau di lapangan</p>
<p>Karena takbir yang sunnah itu dilakukan sendiri-sendiri dan tidak dikomando. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Anas bin Malik bahwa para sahabat ketika bersama nabi pada saat bertakbir, ada yang sedang membaca Allahu akbar, ada yang sedang membaca laa ilaaha illa Allah, dan satu sama lain tidak saling menyalahkan… (Musnad Imam Syafi’i 909)</p>
<p>Riwayat ini menunjukkan bahwa takbirnya para sahabat tidak seragam. Karena mereka bertakbir sendiri-sendiri dan tidak berjamaah.</p>
<p>b. Takbir dengan menggunakan pengeras suara</p>
<p>Perlu dipahami bahwa cara melakukan takbir hari raya tidak sama dengan cara melaksanakan adzan. Dalam syariat adzan, seseorang dianjurkan untuk melantangkan suaranya sekeras mungkin. Oleh karena itu, para juru adzan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Bilal, dan Abdullah bin Umi Maktum ketika hendak adzan mereka naik, mencari tempat yang tinggi. Tujuannya adalah agar adzan didengar oleh banyak orang. Namun ketika melakukan takbir hari raya, tidak terdapat satupun riwayat bahwa Bilal naik mencari tempat yang tinggi dalam rangka melakukan takbiran. Akan tetapi, beliau melakukan takbiran di bawah dengan suara keras yang hanya disengar oleh beberapa orang di sekelilingnya saja.</p>
<p>Oleh karena itu, sebaiknya melakukan takbir hari raya tidak sebagaimana adzan. Karena dua syariat ini adalah syariat yang berbeda.</p>
<p>c. Hanya bertakbir setiap selesai shalat berjamaah</p>
<p>Sebagaimana telah dijelaskan bahwa takbiran itu ada dua. Ada yang terikat waktu dan ada yang sifatnya mutlak (tidak terikat waktu). Untuk takbiran yang mutlak sebaiknya tidak dilaksanakan setiap selesai shalat fardlu saja. Tetapi yang sunnah dilakukan setiap saat, kapan saja dan di mana saja.</p>
<p>Ibnul Mulaqin mengatakan: “Takbiran setelah shalat wajib dan yang lainnya, untuk takbiran Idul Fitri maka tidak dianjurkan untuk dilakukan setelah shalat, menurut pendapat yang lebih kuat.” (Al I’lam bi Fawaid Umadatil Ahkam: 4/259)</p>
<p>Amal yang disyariatkan ketika selesai shalat jamaah adalah berdzikir sebagaimana dzikir setelah shalat. Bukan melantunkan takbir. Waktu melantunkan takbir cukup longgar, bisa dilakukan kapanpun selama hari raya. Oleh karena itu, tidak selayaknya menyita waktu yang digunakan untuk berdzikir setelah shalat.</p>
<p>d. Tidak bertakbir ketika di tengah perjalanan menuju lapangan</p>
<p>Sebagaimana riwayat yang telah disebutkan di atas, bahwa takbir yang sunnah itu dilakukan ketika di perjalanan menuju tempat shalat hari raya. Namun sayang sunnah ini hampir hilang, mengingat banyaknya orang yang meninggalkannya.</p>
<p>e. Bertakbir dengan lafadz yang terlalu panjang</p>
<p>Sebagian pemimpin takbir sesekali melantunkan takbir dengan bacaan yang sangat panjang. Berikut lafadznya:</p>
<p>الله أكبر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ…</p>
<p>Takbiran dengan lafadz yang panjang di atas tidak ada dalilnya. Allahu a’lam.</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ammi Nur Baits<br />
Artikel www.muslim.or.id</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Muhammad Yusuf<br />
Takbir yang panjang seperti yang ditulis di atas,saya baca dalam terjemah kitab al-adzkar menurut Imam Syafii ra. itu dibolehkan, menurut hemat saya, kalau bacaan takbir itu boleh2 saja, asalkan ada dalilnya memang, nah dalilnya adalah ijma jumhur ulama termasuk licensi dari Imam syafii tsb. begitu kan ustadz?</p>
<p>Ammi<br />
Untuk Saudara Muhammad Yusuf hafidlahullah, ana sampaikan ungkapan terima kasih, jazaakumullah khairan atas tambahan informasi yang saudara sampaikan. dan saya telah mendapatkan keterangan itu di kitab Al Adzkar karya An Nawawi. Saya meralat apa yang saya tulis di atas. Semoga Allah membimbing kita bersama menuju jalan yang lurus…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnuaq.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnuaq.wordpress.com/564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnuaq.wordpress.com&amp;blog=7202199&amp;post=564&amp;subd=ibnuaq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnuaq.wordpress.com/2010/09/01/takbiran-hari-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ibnuaq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
