Fatwa MUI Untuk Salafi ?

fatwa-mui-untuk-salafi-hal01-cover

Sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Jakarta Utara telah terbit pada tanggal 12 Rabi’ul Akhir 1430 (atau 08 April 2009) yang lalu. Fatwa yang ditandatangani oleh Qoimuddien Thamsy – Ketua Umum dan Drs. Arif Muzakkir Mannan, HI – Sekretaris, menjadi agak berbeda dengan fatwa-fatwa lainnya. Agak lain karena fatwa ini keluar untuk ‘membersihkan’  CAP da’wah Salaf atau Salafi yang selama ini gigih mengajak kaum Muslimin untuk kembali kepada da’wah yang haq, da’wah ahlussunnah wal jama’ah dengan pemahaman kaum salafussholeh namun dicap sebagai sesat dan lain-lain.

Seperti diketahui, da’wah haq yang bermanhaj salaf ini merupakan da’wah untuk untuk mengikuti pemahaman terhadap Islam sebagaimana pemahaman para shahabat Nabi Muhammad – Shollalloohu ‘alayhi wasallam – dan pemahaman para tabi’in dan tabiuttabi’in yang mengikuti Nabi dengan benar. Namun, entah karena kedengkian atau mungkin juga karena adanya ikhwan yang berda’wah terlalu keras (baca: galak) mengakibatkan da’wah salaf sering dikatakan sebagai da’wah wahabi yang bahkan oleh sebagian awam dikatakan sesat atau adapula yang mengatakan tidak cinta kepada Rasulullah karena tidak merayakan Maulid Nabi.

Padahal, kalau saja para penghujat itu mau membaca dan mempelajari secara ikhlas dan obyektik seperti apa da’wah salaf, maka insya Allah tidak ada yang sesat di dalamnya, justru da’wah ini mengajak mereka kepada usaha memurnikan Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Saat ini, lazim dilakukan oleh kaum muslimin untuk melakukan amalan (ibadah) yang terkadang tidak didasari oleh dalil yang shahih oleh sebab mereka kurang memperdulikan masalah kualitas dan status hadits, apakah ini mutawatir, shahih, hasan, dhoif (lemah) atau maudhu (palsu) dan sebagainya. Atau bahkan banyak pula yang melakukan berbagai perayaan hanya karena ikut-ikutan. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya bagi kita kaum Muslimin.

Walaupun sebenarnya da’wah salaf tidak memerlukan fatwa (baca label Halal) untuk berda’wah – karena da’wah ini selalu berusaha mengikuti al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi – namun adanya fatwa ini akan sangat membantu khususnya untuk menjelaskan kepada kaum Muslimin yang masih awam bahwa da’wah salaf bukanlah aliran sesat yang harus dihujat, diusir atau dianiaya tetapi justru harus disambut dengan kejujuran karena da’wah ini berupaya memurnikan ajaran Islam kembali seperti yang dipahami para sahabat, tabi’in dan tabiut-tabi-in.

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik umatku adalah yang hidup pada kurun sahabatku, kemudian setelah kurun mereka (tabiin), kemudian setelah kurun mereka (tabiit tabiin)

Billahi tawfiq.

Silahkan klik link di bawah untuk membaca fatwa.

fatwa-mui-untuk-salafi-hal01-link

fatwa-mui-untuk-salafi-hal02-link

fatwa-mui-untuk-salafi-hal03-link

fatwa-mui-untuk-salafi-hal04-link

%d bloggers like this: