BAHAYA LATEN SYIA’H

Membaca berita tentang umat Syi’ah di Yaman yang telah melakukan makar kepada sauara-saudara kita umat Islam yaitu ahlussunnah wal jama’ah (Sunni) membuat kita harus mempelajari seperti apakah Syi’ah itu, bagaimana aqidah mereka, dan apa tujuan mereka. Kita ketahui bahwa mereka melakukan penyerbuan, apakah itu pengeboman, roket maupun tembakan-tembakan khususnya di kota Dammaj, Yaman, yang telah mengakibatkan tewasnya lebih dari 60 orang (semoga menjadi syahid).

Perlu kita ketahui, bahwa Syi’ah bukanlah Islam. Maka tidaklah sepantasnya menyebut seseorang beragama Islam ketika aqidah/keyakinan-nya adalah keyakinan syi’ah.Mengapa demikian? Kita akan telusuri tentang Syi’ah secara ringkas sebagai berikut.

Ada beberapa masalah aqidah yang jelas membedakan kita umat Islam dengan mereka. Hal ini seperti halnya kita tidak mengakui umat Ahmadiyah sebagai muslim karena aqidah mereka yang berbeda dari apa yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala tetapkan dalam firman-Nya maupun melalui perantara Nabi-Nya, Muhammad Shollallaahu ‘alayhi wa sallam. Umat Ahmadiyah mengakui adanya Nabi setelah Muhammad Shollallaahu ‘alayhi wa sallam menyelisihi firman Allah di dalam Surah Al Ahzab ayat ke-40 yang berbunyi:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

dan hadits yang diriwayatkan dari ‘Amir bin Sa’ad bin Abu Waqqash dari Bapaknya dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali: “Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya tidak ada nabi setelahku.’ (HR. Muslim No. 4418)

Sementara itu, agama Syi’ah, maka sebagian dari mereka justru mempertuhankan manusia, menganggap al-Qur’an saat ini dipalsukan dan sebagainya. Maka tidakkah lebih berat kerusakan aqidah mereka dibanding Ahmadiyah? Bila Ahmadiyah saja telah mencukupi untuk dinyatakan di luar Islam maka apalah lagi dengan Syi’ah.

Agama Syi’ah terbagi dalam 3 sekte yang masing-masing sekte mempunyai turunan (derivatif) masing-masing. 3 sekte besar tersebut adalah:

1.Syi’ah Ghulaat.

Mereka meyakini adanya Imam kaum Syi’ah yang mempunyai derajat ke-tuhanan. Mereka juga menyatakan bahwa Malaikat Jibril ‘alayhi salaam telah berkhianat dengan menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alayhi wa sallam yang menurut mereka seharusnya kepada Abi bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘anhu. Mereka meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib masih hidup hingga kini dan tinggal di langit.

Aliran ini merupakan Syi’ah yang pertama dan dibentuk oleh Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam.

2. Syi’ah Rofidhoh dan Imamiyah

Mereka menolak kepemimpinan Abu Bakar dan Umar bin Khotob Radhiyallahu ‘anhuma bahkan mencaci mereka karena mereka meyakini seharusnya Ali bin Abi Thalib yang menduduki posisi khalifah / Imam sejak awal.

3 Syi’ah Zaidiyah

Merupakan pengikut Zaid bin Ali bin Husain bin Ali Bin Abu Thalib. Mereka meyakini bahwa yang berhak menjadi Imam mereka adalah anak cucu Fathimah Radhiyallaahu ‘anha dan menolak yang lainnya. namun mereka tetap meyakini keutamaan Shahabat Abu Bakar dan Umar. Syi’ah Zaidiyah ini diperselisihkan oleh para ulama apakah masih di dalam barisan umat Islam atau telah kafir.

Adapun aqidah Syi’ah secara umum adalah:

1. Keyakinan bahwa Al-Qur’an yang beredar di masyarakat Muslim hingga kini telah dipalsukan atau setidaknya dikurangi isinya. Mereka mengatakan bahwa al-Qur’an yang ‘asli’ tebalnya 3 kali lipat dari al-Qur’an yang ada saat ini. Mereka katakan juga bahwa al-Qur’an yang ‘asli’ disebut juga (Mushaf Fathimah) ada di Imam yang ke-12 yang masih ditunggu kedatangannya (entah kapan).

2. Meyakini ada kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alayhi wa sallam dan khusus kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘anhu seperti kitab Al Jamiah, Shahifah An-Namus, Shahifah Al-Abithah, Taurat, Injil, Zabur dan lain-lain dan hingga berjumlah 12 kitab.

3. Meyakini mempunyai imam sejumlah 12 dimana yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘anhu dan yang terakhir adalah Al Muntazhor yang diyakini

a. akan membunuh orang Arab

b. menghancurkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

c. menegakkan keluarga hukum Daud dan Sulaiman.

Catatan: Dari sini kita ketahui bahwa nuansa ajaran Yahudi sangat terasa.

4. Bahwa kedudukan Imam-Imam mereka sangat tinggi di sisi Allah, tidak juga oleh para Malaikat dan para Nabi. Imam Khomeini pernah berkata: “Dan sesungguhnya yang pasti dalam madzhab kami bahwa para imam kita memiliki maqom (kedudukan) yang tidak bisa dicapai oleh satupun malaikat yang dekat dengan Allah tidak juga Nabi yang diutus. (Al Hukumatul Islamiyyah).

5. Mereka mengkafirkan seluruh shahabat kecuali beberapa sahabat saja seperti Ali, Fathimah, Hasan, Husain dan ahlul bait (keluarga Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam) yang tentu saya menurut pemahaman sempit mereka.

6. Mereka berani mengatakan istri-istri Nabi Shollallaaahu ‘alayhi wa sallam seperti ‘Aisyah bintu  Abu Bakar Radhiyallaahu ‘anhuma dan Hafshah bintu Umar bin Khotob Radhiyallaahu ‘anhuma sebagai pezina. Bahkan mereka berani mengatakan (maaf, Penulis) kemaluan Nabi di neraka karena menikahi keduanya. (Naa’udzubillahi min dzalik, atas pemahaman yang demikian sesat ini).

7. Menghadirkan hadits-hadits palsu seperti misalnya tentang keutamaan nikah mut’ah (kawin kontrak) yang bisa dilakukan dengan perjanjian untuk setahun, seminggu bahkan sekali tidur’. Dan bisa diterapkan kepada wanita lajang maupun bersuami. Tidak ubahnya seperti pelacuran. Bahkan kepada anak balita sekalipun bisa asalkan dengan seijin walinya. Hadits palsu dari mereka mengenai nikah Mut’ah ini banyak di antaranya mereka mengatakan bahwa sekali mut’ah sama dengan ke Ka’bah sejumlah 70 kali, diampuni dosa karena mut’ah dan lain-lain.

Padahal telah ada hadits “Dari Ali bin Abi Thalib berkata: Sesungguhnya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang nikah mut’ah dan memakan daging himar jinak pada hari perang khaibar” (HR. Bukhari 5115, Muslim 1407).

8. Berbohong demi menyelamatkan aqidah mereka (Taqiyah) adalah disunnahkan oleh mereka sehingga mereka adalah pendusta dan seperti musang berbulu domba.

Kesimpulan.

Jadi kita wajib berhati-hati terhadap ajaran syi’ah ini termasuk yang di Indonesia saat ini dipelopori oleh Jalaludin Rahmat dan beberapa habib (yang tentunya bukan semua habib) yang mengajarkan untuk mencintai ahlul bait Nabi namun pada kenyataannya mereka bukan mencintai Nabi tetapi justru merusak syariatnya dengan banyak membuat ibadah yang bukan diajarkan Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam sehingga Sunnah Nabi justru tertutupi dan terlupakan oleh sebab ibadah-ibadah baru bikinan kaum Syi’ah.

Umat Syi’ah Indonesia mempunyai dana dan jaringan yang kuat termasuk organisasi mulai dari yayasan hingga wadah syiar mereka berupa berbagai percetakan yang diantaranya adalah penerbit Mizan dan lain sebagainya. Bila ditanya apakah anda Syi’ah maka mereka pasti mengatakan tidak (bertaqiyah/dusta) namun perbuatan dan perkataan merekalah yang membuktikan mereka adalah Syi’ah. Sebagai minoritas di Indonesia mereka akan banyak bertaqiyah, namun bila menjadi besar maka bukan tidak mungkin mereka akan makar dan menzalimi umat Islam sebagaimana terjadi di Iraq, Suriah, Lebanon dan yang terakhir ini di Dammaj, Yaman.

Wallahu a’lam bishshowab.

Iran musuh Yahudi? Lihat dulu foto-foto Ahmadinejad di bawah ini:

 



%d bloggers like this: