Selamat Natal = Meridhoi keyakinan Kufur ?

Sudah mulai musim natal lagi .. Sekedar mengingatkan kembali diri kita karena manusia  adalah tempatnya lupa (insan = lupa)..

Sudah kita fahami bahwa peringatan Natal mengandung pemahaman bertentangan dalam aqidah Islam yang shohih dimana kita harus  mentauhidkan Allah semata. Sementara natal justru  bermakna menserikatkan Allah karena meyakini lahirnya si tuhan anak.   Padahal tidaklah kaum muslimin  memiliki ilaah (sesembahan) yang haq/benar kecuali hanya Allah saja.
Continue reading

Advertisements

Penampakan Orang Mati?

 

Innaa Lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun. Begitu banyak ucapan tersebut terdengar ketika seseorang mendengar berita wafatnya UJE (Ustadz Jeffri) yang sering ceramah di televisi.  Tidak lupa bertebaran ucapan tersebut di BlackBerry Messanger (BBM).

Dalam 24 jam itu pula sejak hari Jum’at 26 April 2013 lalu masuk BBM yang berkisah ttg pemakaman UJE (Allahu yarham), penampakannya, wasiatnya dsb.  BBM itu begitu cepat menyebar, sebagian org menyebarkan untuk seru seruan, sebagian lagi mengharap datangnya keajaiban dan manfaat dari mengirim BBM itu, dan mungkin berjuta alasan lain.

Dengan masih banyaknya beredar BBM itu maka hal itu cukup untuk menunjukkan betapa masyarakat kita belum memperoleh pengetahuan yang cukup tentang perkara-perkara penting di dalam Islam seperti masalah aqidah, ibadah dan sebagainya.

Setidaknya ada 2 hal bermasalah dalam BBM itu  yaitu:

1) Masih adanya keyakinan bahwa orang mati dapat datang kembali ke alam dunia. Ini jelas menyalahi syariat.  Padahal Allah Sub-hanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Al Mu’minun ayat 100:

“Dan dihadapan mereka (orang mati) ada barzakh hingga hari mereka dibangkitkan (yaitu hari kiamat).”

Barzakh = dinding pembatas alam dunia dan kubur.

Bila memang bisa, maka Rasulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam tentu telah datang menemui istri beliau ummunaa ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha serta menantu beliau Shohabah Ali ibn Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu dalam rangka mendamaikan keduanya ketika terjadi perang jamal sebelum akhirnya banyak sahabat terbunuh seperti diantaranya Tholhah dan Zubair Radhiyallahu ‘anhuma. Atau Nabi mementingkan diri untuk datang mendamaikan Ali dan Muawiyyah Radhiyallaahu ‘anhuma dalam perang Shiffin. Namun, ternyata tidak satu atsar pun yg menceritakan bahwa Nabi setelah wafatnya bisa datang menemui keluarga dan sahabat. Bila Nabi saja tidak bisa maka  bagaimana mungkin UJE dan 7 kyai (??) bisa menampakkan diri setelah Allah mewafatkannya?

Jadi BBM yang mengisahkan penampakan UJE atau lainnya sangat menyesatkan dan menggiring umat Islam kepada kemusyrikan. Jika memang ada penampakan itu maka yakinilah itu adalah permainan jin dalam rangka menyesatkan kaum muslimin.

2) Keyakinan akan datangnya kebaikan bila kita menyebarkan BBM yang menyelisihi syariat tsb.

Di dalam BBM itu adapula anjuran membaca beberapa ayat di surat Yaasiin yang mana akan datang sesuatu kebaikan  dalam 2 jam.

Padahal Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al A’rof 118:

“Katakanlah (wahai Muhammad):  ‘aku tidak kuasa menarik manfaat bagiku dan tidak pula menolak mudhorot kecuali atas kehendak Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib tentulah aku membuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudhorotan..’

Jadi siapakah yang berani mendahului Allah dengan  menetapkan bahwa mengirim BBM tersebut akan datang kebaikan 1 atau 2 jam lagi? Bahkan Rasulullah pun tidak bisa?

Dalam perkara ibadah, kita mengetahui adanya Kaidah fiqh yg mengatakan: al-ashlu fil ‘ibaadati al-hazhru, illaa maa warada ‘anisy syaari’i tasyrii’uhu

“Hukum asal suatu ibadah adalah terlarang, sampai ada dalil yang
menunjukkan bahwa ibadah tersebut disyari’atkan”

Rasulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“…berhati-hatilah kalian dengan perkara yang muhdatsat (perkara yang
di ada-adakan), karena setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud
dan At-Tirmidzi, At-Tirmidzi berkata, “Hadist Hasan Shahih.”)

“Barangsiapa yang membuat perkara baru  dalam urusan (agama) kami ini yang bukan dari ajarannya, maka perkara tersebut tertolak.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Tidak tersisa sedikit pun apa apa yang mendekatkan kalian ke surga dan tidak tersisa sedikitpun apa apa yang menjauhkan kalian dari neraka kecuali telah djelaskan kepada kalian.” (Hadits shahih riwayat Thobroni)

Jadi membaca Al Qur’an dengan tujuan dan tatacara yang tidak disyariatkan adalah suatu perkara yg dibuat buat yg berarti tidak diterima amal tsb.

Wallahu a’lam.

*cuplikan BBM yg tersebar:

Langit mendung disaat UJE dibawa kemakan ribuan ummat allah mengantar nya kemakaman air mata
Tak dapat tertahan
Disaat UJE diantar ke tempat peristirahatanya,
Sahabat (UJE) habib mahdi melihat ada sesuatu aneh.
Dia melihat Uje dan 7 kiyai tersenyum disaat jenasah di di bacakn do’a
Uje terlihat senyum melihat sahabatnya.
7 kiyai,pun ikut membaca do’a.
Bukan hanya habib mahdy yg melihat tpi anak UJE pun melihat ayahnya(UJE)
Dtang bersama 7 kiyai,
Yg tersenyum,
Satu pesan UJE kepada AnaK dan Sahabatnya sadarkanlah orangk” didunia ini
Sesungguhnya kiamat tdk lama lgi
Sebar kan ini kesemua kontak mu
Jika kmu islam
KHUsus orang islam
Dan marilahkitaBeneran terjadi,sekitar 1 jam lalu aku BC barusan aku dapat kabar baik Subhanallah Maha Besar Allah O:)   (silahkan coba):
Kita buktikan bener apa gak…
Bismillahi Rohmani Rohim
1. Yaasin
Dst……..

Jangan kotori akidah kita!

Sudah menjadi kebiasaan hampir seluruh masyarakat di dunia termasuk di dunia Islam pada hari-hari ini disibukkan dengan berbagai rencana bagaimana menikmati malam pergantian tahun 2012 ke tahun 2013. Seakan tidak ada kesibukan lain yang lebih mempunyai makna selain menikmati acara ‘malam tahun baruan’.

Padahal jika kita menilik sejarah perayaan Natal dan Tahun Baru, maka sebagaimana yang diakui oleh penulis barat sendiri berbunyi: *)

Catholic Encyclopedia, edisi 1911, Continue reading

Pembatal Iman

Bersambung dari Iman = Percaya?

Yang dimaksud dengan pembatal iman adalah ‘hal hal yang dapat menghapus iman sesudah iman itu masuk di dalamnya’.

Di antaranya adalah:

1) Mengingkari rububiyah Allah -azza wa jalla, atau mengingkari kekhususan kekhususan Allah, atau seseorang mengaku memiliki kekhususan Allah tersebut termasuk mengakui ada orang atau benda yang memiliki kekhususan tersebut.

Allah Subhanaahu wa ta’ala berfirman: “Dan mereka berkata: ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa’, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS.Al Jatsiyah: 24)

Contohnya adalah menganggap bahwa Allah tidak berkuasa atas segala sesuatu misalnya meyakini bahwa hujan datang dengan sendirinya, manusia mati karena memang kemampuan fisik yang terbatas dan lain-lain.

Continue reading

Iman = Percaya?

Alhamdulillahi wa syukrulillah, wa sholatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa as-haabih.

Sedari kecil kita telah diajari tentang ‘Iman’ baik di sekolah umum maupun melalui guru-guru ngaji kita di rumah atau di surau, musholla dsb.  Namun jarang sekali kita diajari tentang makna iman.

Setiap kita diajarkan bila ditanya tentang rukun iman maka  akan menjawab: “Rukun Iman ada 6 yaitu percaya kepada Allah, percaya kepada Malaikat-Malaikat-NYA, percaya kepada Kitab-Kitab-NYA, percaya kepada Rasul-Rasul-NYA, percaya kepada Hari Akhir, serta percaya adanya Taqdir baik atau buruk.”

Jawaban di atas berdalil dengan Hadits Shohih riwayat Bukhari dan Muslim dari Shahabat Umar ibn Khotob Radhiyallahu ‘anhu – ketika Rasulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam – didatangi Malaikat Jibril  ‘alayhissalaam  dan kemudian bertanya tentang Islam, Iman dan Ikhsan kepada Rasulullah dimana jawaban  beliau menjadi washilah dalam rangka mengajarkan para shahabat – Radhiyallahu ‘anhum.
Continue reading